REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf melakukan kunjungan ke Saudi German Hospital di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (3/6/2026) waktu Arab Saudi. Kunjungan Menhaj dilakukan untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia yang sedang menjalani perawatan.
Dalam kunjungan tersebut, menteri yang biasa dipanggil Gus Irfan itu mengevaluasi pelaksanaan kerja sama layanan kesehatan antara penyelenggara haji Indonesia dan rumah sakit di Arab Saudi yang telah berjalan selama musim haji tahun ini.
Baca Juga
Pastikan Konsumsi Aman Menhaj Sidak Dua Dapur di Madinah
NTB Padukan Nilai Keislaman dengan Budaya Daerah pada MTQ 2026
Sembilan Warga Gaza Syahid Dibom Israel
Menurut Gus Irfan, kerja sama tersebut memberikan manfaat besar dalam mendukung penanganan jamaah yang membutuhkan perawatan medis. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi bahan evaluasi, diantaranya terkait komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan.
"Karena baru pertama kali dilakukan, tentu ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, termasuk terkait proses rujukan pasien dan kepastian waktu pemulangan mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menegaskan bahwa ke depan kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi perlu terus diperkuat agar dapat memberikan layanan yang lebih luas dan lebih baik bagi jemaah haji Indonesia.
"Kami ingin kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar sehingga pelayanan kesehatan bagi jamaah Indonesia semakin optimal,”kata dia.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan menyoroti penanganan jamaah yang masih menjalani perawatan menjelang fase pemulangan. Menurut dia, tidak semua jamaah yang sakit harus dipindahkan dari Makkah ke Madinah.