EtIndonesia.com Kopi telah menjadi minuman yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan para pekerja kantoran. Bahkan, ada yang sengaja minum kopi dalam jumlah banyak untuk membantu menurunkan berat badan.
Seorang dokter di Taiwan menjelaskan bahwa minum kopi 30 menit sebelum berolahraga dapat meningkatkan pembakaran lemak hingga 29%. Namun jika diminum pada waktu yang tidak tepat, dampaknya justru bisa menyebabkan penumpukan kalori yang setara dengan semangkuk nasi putih.
Sementara itu, ahli gizi mengingatkan bahwa jika dikonsumsi berlebihan, tidak sesuai dengan kondisi tubuh, atau mengganggu kualitas tidur, kopi dapat menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar dan iritasi lambung, sehingga manfaatnya justru berkurang dan dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Apakah Kopi Benar-Benar Membantu Menurunkan Berat Badan?Ahli gizi Taiwan, Liao Xinyi, baru-baru ini menulis di halaman Facebook-nya bahwa berbagai penelitian menunjukkan beberapa kandungan dalam kopi berpotensi membantu pengendalian berat badan melalui beberapa mekanisme:
- Kafein merangsang sistem saraf simpatik, sehingga meningkatkan pembakaran kalori dalam jangka pendek.
- Setelah minum kopi, sebagian orang mengalami penurunan nafsu makan sementara.
- Efek penyegar dari kopi dapat meningkatkan kualitas olahraga, yang pada akhirnya membantu proses pembakaran lemak.
Penelitian juga menunjukkan bahwa asam klorogenat (chlorogenic acid) dalam kopi mungkin berhubungan dengan pengaturan kadar gula darah dan pengurangan penumpukan lemak. Namun, bukti ilmiahnya masih terus diteliti.
Tidak Semua Orang Cocok Menggunakan Kopi untuk DietLiao mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok menjadikan kopi sebagai alat bantu penurunan berat badan.
Menurutnya, efek samping sering kali muncul lebih dahulu sebelum manfaatnya terasa. Selain itu, setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap kafein.
Contohnya:
- Ada yang tidak merasakan apa-apa setelah minum satu cangkir kopi.
- Ada pula yang sudah mengalami keluhan hanya setelah setengah cangkir.
Efek samping yang dapat muncul antara lain:
- Jantung berdebar
- Rasa cemas atau gelisah
- Iritasi lambung dan peningkatan asam lambung
- Sulit tidur (insomnia)
Jika efek-efek tersebut terjadi, seseorang justru bisa lebih mudah menginginkan makanan tinggi kalori, sehingga tujuan diet menjadi kurang efektif dan kesehatan dapat terganggu.
Ia menambahkan bahwa bagi sebagian besar orang dewasa, konsumsi kafein sebaiknya dibatasi sekitar 400 mg per hari, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi masing-masing individu.
Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Membakar Lemak?Dokter spesialis manajemen berat badan dari Klinik Sanshu Jinying di New Taipei, Xiao Jiejian, menjelaskan bahwa waktu minum kopi sangat menentukan hasilnya.
Menurutnya:
“Jika diminum pada waktu yang tepat, pembakaran lemak bisa meningkat hingga 29%. Jika diminum pada waktu yang salah, tubuh justru dapat menyimpan kalori tambahan setara satu mangkuk nasi.”
Waktu yang Disarankan untuk Minum Kopi☕ Cangkir pertama: sekitar 60 menit setelah bangun tidur
☕ Sebelum olahraga: sekitar 30 menit sebelum berolahraga
☕ Jika dikombinasikan dengan satu sendok susu kedelai tanpa gula atau protein whey, efisiensi pembakaran lemak dapat menjadi lebih optimal.
☕ Setelah pukul 14.00, sebaiknya tidak lagi mengkonsumsi kopi.
Mengapa Tidak Dianjurkan Minum Kopi Terlalu Pagi?Xiao menjelaskan bahwa dalam 30–60 menit pertama setelah bangun tidur, tubuh secara alami menghasilkan hormon kortisol yang membantu meningkatkan kewaspadaan.
Jika pada saat itu seseorang langsung mengkonsumsi kopi dalam jumlah besar, dalam jangka panjang hal tersebut dapat mengganggu mekanisme alami tubuh dalam mengatur tingkat energi dan kesadaran.
Minum Kopi Terlalu Sore Dapat Merusak TidurKopi yang diminum terlalu sore atau malam hari dapat menyebabkan kafein masih tersisa dalam tubuh saat waktu tidur.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi enam jam sebelum tidur dapat:
- Memperpanjang waktu untuk tertidur.
- Mengurangi total waktu tidur lebih dari satu jam.
- Mengurangi durasi tidur nyenyak lebih dari 40 menit.
Padahal, tidur nyenyak merupakan fase penting untuk:
- Pemulihan tubuh
- Perbaikan jaringan
- Pengaturan metabolisme energi
Kurang tidur juga dapat menurunkan jumlah kalori yang dibakar tubuh keesokan harinya.
KesimpulanBerdasarkan pendapat para ahli yang dikutip dalam artikel ini:
✅ Minum kopi sekitar 1 jam setelah bangun tidur lebih dianjurkan daripada langsung setelah membuka mata.
✅ Minum kopi 30 menit sebelum olahraga dapat membantu meningkatkan pembakaran lemak.
✅ Hindari kopi setelah pukul 14.00 agar tidak mengganggu kualitas tidur.
✅ Batasi asupan kafein sekitar 400 mg per hari atau sesuai toleransi tubuh masing-masing.
✅ Jika muncul jantung berdebar, gangguan lambung, kecemasan, atau insomnia, konsumsi kopi sebaiknya dikurangi.
Laporan disusun oleh Li Yunfei / Editor Yue Yuan.





