Sejumlah calon mahasiswa melirik sejenak ke arah rombongan pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memasuki ruang auditorium Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Yogyakarta, untuk memantau pelaksanaan ujian masuk Jalur Mandiri Computer-Based Test (UM UGM CBT), Kamis (4/6/2026). Mereka pun kembali fokus ke piranti komputer tablet yang menjadi sarana untuk mengerjakan soal ujian yang akan berpengaruh pada masa depan mereka itu.
Mereka adalah bagian dari 44.972 calon mahasiswa UGM yang berlomba untuk masuk ke kampus favorit itu melalui jalur mandiri. Pada tahun ini UGM juga dibanjiri calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dengan jumlah pendaftar mencapai 84.637 orang.
Menurut Rektor UGM Ova Emilia, tingginya pendaftar UM UGM CBT jalur mandiri membuat UGM menggelar ujian yang berlangsung pada tanggal 2-8 Juni 2026 tersebut di 22 lokasi di kompleks UGM dan 18 lokasi di Jakarta.
Sebagai jalur seleksi yang diadakan secara mandiri oleh kampus, biaya pendaftaran yang dikenakan untuk mengikuti ujian itu sebesar Rp 350.000 untuk lokasi Yogyakarta dan Rp 550.000 untuk lokasi Jakarta.
“Pesertanya (ujian seleksi) lebih banyak sehingga sistem-sistem di dalam diperbaiki sehingga (potensi) kecurangan-kecurangan lebih diantisipasi, belajar dari yang sebelumnya,” ujar Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Gandes Retno Rahayu.
UGM menggelar sejumlah jalur seleksi penerimaan calon mahasiswa baru seperti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), SNBT, ujian masuk jalur mandiri (UM UGM CBT), dan Penelusuran Bibit Unggul (PBU). Keberadaan sejumlah jalur seleksi tersebut memungkinkan calon mahasiswa memperoleh sejumlah kesempatan untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri favorit tersebut berdasarkan capaian prestasi dan kemampuan masing-masing.




