Dari Halaman Rumah ke Aksi Iklim; Inovasi Teba Warga Tamangapa Kurangi Sampah dan Emisi Gas Rumah Kaca

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya volume sampah perkotaan, masyarakat Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menunjukkan bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal.

Melalui inovasi sederhana bernama Teba, warga berhasil mengubah sampah organik rumah tangga menjadi bagian dari aksi nyata menghadapi krisis iklim.

Inisiatif ini berkembang melalui Program Community-Led Early Action and Resilience (CLEAR) yang didampingi Yayasan Inovasi Ketahanan Komunitas (INANTA).

Berbeda dengan pendekatan pengelolaan sampah konvensional yang mengandalkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Teba memungkinkan sampah organik diolah langsung di lingkungan rumah tangga.

Sistem Teba bekerja dengan menempatkan sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur ke dalam lubang atau wadah khusus yang memungkinkan proses penguraian alami berlangsung lebih cepat. Selain menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman, metode ini secara langsung mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA Tamangapa.

Pengurangan sampah organik memiliki arti penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Sampah organik yang menumpuk di TPA akan mengalami pembusukan tanpa oksigen (anaerob) dan menghasilkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca yang memiliki daya pemanasan jauh lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dalam jangka pendek.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa TPA menjadi salah satu sumber utama emisi metana di kawasan perkotaan. Kajian mengenai TPA Tamangapa bahkan menunjukkan besarnya potensi produksi gas metana dari timbunan sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Melalui Teba, masyarakat tidak hanya mengurangi sampah yang dikirim ke TPA, tetapi juga membantu mencegah terbentuknya emisi metana sejak dari sumbernya. Dengan kata lain, setiap kilogram sampah organik yang diolah melalui Teba merupakan kontribusi langsung terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.

Inovasi ini menjadi contoh bagaimana aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan bersamaan. Di satu sisi, lingkungan permukiman menjadi lebih bersih dan sehat. Di sisi lain, masyarakat berkontribusi terhadap upaya global menekan laju pemanasan bumi.

Program CLEAR sendiri mendorong masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam membangun ketangguhan terhadap perubahan iklim melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas.

Kehadiran Teba menunjukkan bahwa ketika masyarakat diberi ruang untuk berinovasi, solusi yang muncul tidak hanya menyelesaikan persoalan lokal, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan yang lebih luas. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Copot, Kejagung Tahan: Dadan Dkk Jadi Contoh Pengkhianatan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Skenario Mathew Baker Dapatkan Debut Bersama Timnas Indonesia, Kondisi Calvin Verdonk Jadi Keuntungan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
945 Siswa Resmi Jadi Bintara Polri, Kapolda Sulsel: Jaga Kepercayaan Masyarakat
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Kepala BSKDN: Inovasi Daerah Harus Memberi Manfaat & Mudah Direplikasi
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Kasus Balita Meninggal Diduga Malapraktik RSUD Prambanan, Satgas PPA DIY Usut
• 5 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.