Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu meminta Presiden Prabowo Subianto untuk lebih waspada terhadap orang-orang di lingkaran pemerintahan
Hal ini disampaikan Said Didu menyusul kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ketiganya dikenal sebagai orang dekat Prabowo.
"DASOLO (Dadan, Sony, Lodwijk) adalah fakta penghianatan orang dekat kepada Presiden.
Semoga Bpk Presiden @prabowo makin waspada kepada Ordal," tulisnya di akun X pribadinya, Kamis (4/6).
Diketahui, Dadan, Sony, dan Lodewyk resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026).
Penetapan tersangka ini dilakukan hanya berselang satu hari setelah ketiganya dicopot secara massal dari jabatan mereka oleh Presiden Prabowo.
Berdasarkan penyidikan awal Kejagung, ketiga tersangka diduga:
- Mengendalikan sejumlah yayasan pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui nama orang lain.
- Meloloskan yayasan privat yang tidak memenuhi syarat administrasi dengan cara memanipulasi sistem verifikasi portal mitra BGN.
- Meraup insentif operasional bernilai miliaran rupiah per hari, bahkan mencapai triliunan rupiah per tahun dari kas negara.
Baca Juga: Sedih Copot Dadan Hindayana, Prabowo: Saya Tidak Boleh Banyak Komentar
- Mengintervensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) proyek pengadaan, memasukkan komoditas logistik yang tidak sesuai kebutuhan demi menaikkan nilai anggaran.
Beberapa proyek pengadaan yang disebut bermasalah antara lain: 21.801 unit motor listrik – total anggaran sekitar Rp1 triliun, 5.400 unit televisi 75 inci – ditemukan indikasi penggelembungan harga, pengadaan 31.994 unit tablet elektronik dan 32.000 pasang sepatu.





