Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Komisaris Pertamina melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, pada Sabtu (30/5) untuk meninjau langsung keberhasilan program Desa Energi Berdikari (DEB) "Uma Palak Lestari".
Program ini merupakan inisiatif unggulan dalam pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Hadir dalam peninjauan tersebut Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Condro Kirono.
Turut mendampingi jajaran direksi dan manajemen, di antaranya Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, serta Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita.
Program "Uma Palak Lestari" sendiri merupakan hasil pembinaan dari Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penyediaan akses energi bersih.
Dalam kunjungan tersebut, para petinggi Pertamina berkeliling melihat berbagai fasilitas pendukung energi terbarukan yang telah dibangun.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, rombongan juga melakukan penanaman padi secara simbolis di area persawahan setempat.
Integrasi antara teknologi energi ramah lingkungan dengan sektor pertanian ini diharapkan tidak hanya menjaga ekosistem tetap hijau, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar lokasi program.
Sebelumnya, masyarakat dihadapkan pada keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang yang menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani.
Program DEB hadir merespon kondisi tersebut melalui pengembangan pertanian pangan berkelanjutan yang didukung pemanfaatan energi baru terbarukan, sekaligus pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata.
Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan dengan pembangkit yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kWp.
Pemanfaatan energi bersih ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.
Sistem tersebut telah mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi.




