Penyidikan Kasus Penemuan 11 Bayi di Sleman Segera Rampung

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sleman: Polresta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan tahap penyelidikan kasus penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Kecamatan Pakem tengah mendekati tuntas. Meski demikian, polisi belum bersedia memaparkan gambaran hasil akhir perkembangan penyelidikan.

"Untuk kasus itu kami masih proses penyelidikan, namun sudah mendekati akhir," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia mengatakan aparat menyiapkan agenda rapat koordinasi bersama sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Koordinasi itu bertujuan membahas nasib akhir para bayi hingga bidan yang terkait.

"Jadi keputusan nanti (menunggu) kebijakan dari pimpinan dan hasil koordinasi dengan Pemda (Pemerintah Kabupaten Sleman)," kata Wiwit, Kamis, 4 Juni 2026.
 

Baca Juga :

11 Bayi Temuan di Sleman Bakal Dipulangkan ke Orang Tua Masing-Masing


Wiwit mengungkapkan ada banyak lembaga yang dilibatkan dalam keputusan akhir kasus tersebut. Selain kepolisian, ia menyebut Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB), UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), hingga Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. 

Ia menyatakan polisi belum memastikan kelanjutan kasus itu dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Menurut dia, aparat masih mengumpulkan data-data sebelum memutuskan kelanjutan proses pada ranah hukum.

"Sampai sekarang kami belum menemukan bukti riilnya, sampai mengarah ke situ. Belum terlihat secara riil apakah ada jual beli atau tidak," kata dia.

Wiwit menegaskan rapat koordinasi bakal menjadi kunci utama kelanjutan perkara, termasuk dari aspek hukum. Ia menyebut pendapat-pendapat dari peserta rapat nantinya akan menjadi pertimbangan dalam penegakan hukum.

"Banyak pertimbangan dari rakor bersama dinas. Kami pertimbangkan baik buruknya, apakah penegakan hukum atau pembinaan," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suhu Surabaya Terasa Dingin saat Malam hingga Pagi Hari, Ini Penjelasan BMKG
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Wakil Bupati PALI Ditangkap Kejati Sumsel, Diduga Terima Gratifikasi Proyek Pembangunan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Selain Silmy Karim, KPK Tetapkan 7 Orang Lainnya Jadi Tersangka Pemerasan!
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenhub Menyelaraskan Regulasi Penerbangan Nasional dengan Standar Global Jelang Audit ICAO
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Colony Makin Menggila! Baru 14 Hari Tembus 4 Juta Penonton, Indonesia Ikut Demam Zombie
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.