Bappenas Gandeng GGGI Kejar Investasi Hijau, Proyek Hidrogen Masuk Daftar

katadata.co.id
4 bulan lalu
Cover Berita

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi melanjutkan kemitraan dengan Global Green Growth Institute (GGGI) untuk pembangunan ekonomi hijau, lewat program bernama Green Indonesia Future Initiative (GIFT). Intinya, GGGI akan menjembatani proyek ekonomi hijau di Indonesia dengan sumber-sumber dana global.

Kemitraan ini membidik investasi US$2 miliar atau sekitar Rp35,6 triliun. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo mengatakan, proyek hijau yang diprioritaskan dalam program ini adalah yang belum banyak digarap di Indonesia. 

“GIFT itu melihat peluang-peluang yang belum dimasuki atau belum dimulai di Indonesia, salah satunya hidrogen,” kata Teguh, saat ditemui usai peluncuran GIFT di Jakarta, pada Rabu (4/6).

Sedangkan dalam waktu dekat, GIFT akan banyak menyasar program di Kementerian Ekonomi Kreatif. “Nanti akan ada technical assistant untuk melihat bagaimana sebenarnya sektor ekraf ini memanfaatkan ekonomi sirkular,” ujar dia. 

Sektor ekonomi kreatif dinilai relevan dengan visi GIFT, sebab membantu mengurangi risiko perubahan iklim dengan ekonomi sirkular, sekaligus banyak melibatkan generasi muda.

Sebagai informasi, GGGI adalah organisasi internasional yang didirikan melalui perjanjian antarnegara untuk membantu negara-negara mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Sebelumnya, GGGI bermitra dengan pemerintah Indonesia untuk Green Growth Program (GGP) yang berlangsung dalam tiga fase sepanjang 2013-2025.

Sejak dimulai pada 2013, Teguh menjelaskan, kemitraan ini telah berkembang tidak hanya memberikan hasil kajian atau rekomendasi kebijakan, tapi menjembatani investasi untuk proyek hijau di lapangan. 

GGP fase III tercatat telah memobilisasi US$776 juta investasi hijau ke Indonesia, membantu adopsi 68 kebijakan pertumbuhan hijau dan iklim di Indonesia, serta mengelola 12,5 juta hektare modal alam dan jasa ekosistem secara berkelanjutan. 

Program yang berlangsung pada 2021-2025 tersebut telah membantu mengurangi 183,54 juta ton emisi CO2, menciptakan 271.095 lapangan kerja hijau, serta membantu 276.792 orang memiliki akses ke energi berkelanjutan.

Di babak berikutnya, melalui GIFT, kemitraan akan membantu Pemerintah Indonesia dalam membangun perekonomian hijau di empat bidang, yaitu perkotaan dan industri, energi, daratan dan lautan, serta investasi dan pasar.  

Dana yang diperoleh GGGI berasal dari donor internasional. Pendonor terbesarnya adalah Pemerintah Kanada. Selain itu, ada pemerintah Korea Selatan, Selandia Baru, Finlandia, Denmark, dan negara lainnya. Sumber pendanaan lainnya yaitu dari pool dana multilateral seperti Green Climate Fund dan International Climate Initiative.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara menutup kartu kredit Bank Permata? dan penghapusan kartu kredit permata
• 22 jam lalubenarsiapa34
thumb
Cara Lupa PIN ATM Bank Permata Atau Cara Lupa PIN ATM PermataME?
• 22 jam lalubenarsiapa34
thumb
Cara Reset Password dan User ID Permata.X Atau Cara reset User ID dan Password Permata mobile?
• 22 jam lalubenarsiapa34
thumb
Cara solusi mengatasi tarik uang di ATM Bank Permata error namun saldo sudah berkurang di rekening
• 22 jam lalubenarsiapa34
thumb
cara hubungi layanan bank permata 24 jam
• 22 jam lalubenarsiapa34
Berhasil disimpan.