Pemkab Akan Jalankan Rekomendasi UGM Tangani Kebakaran Misterius Rumah Sleman

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penelitian terkait rentetan peristiwa puluhan kebakaran misterius di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, terus dilakukan UGM dan UPN "Veteran" Yogyakarta.

Kesimpulan sementara dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM menyebut kebakaran diduga berasal dari gas hidrogen yang terbentuk dari fermentasi limbah pemotongan ayam, yang selama ini menjadi usaha pemilik rumah.

UGM pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi sebagai upaya mencegah kemunculan kembali api.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman, Makwan, mengatakan pemkab akan melaksanakan rekomendasi dari UGM.

"Saya kira rekomendasi ini tentu akan kita laksanakan. Terutama dengan hunian rumah karena menyangkut penataan rumah, dan kamar mandi maupun kamar tidur," kata Makwan.

Hal itu disampaikan Makwan saat pertemuan bersama para peneliti dari UGM hingga UPN Yogya di Kantor Kapanewon Seyegan, Kamis (4/6).

Barang-barang di rumah yang mudah terbakar akan segera dikeluarkan.

"Untuk penjenuhan cairan basah, itu saya kira tetap akan kita laksanakan, sepanjang tidak membahayakan juga. Kan harus hati-hati ini. Karena yang tadi elektrostatis tadi itu kita tidak mudah juga menerjemahkannya," kata Makwan.

Pemilik rumah, Mutviana, yang hadir dalam pertemuan ini, oleh Makwan diminta untuk tenang. Bahwa peristiwa ini akan dihadapi bersama.

"Jadi Mbak Via tidak sendiri. Akeh kancane (banyak temannya). Jangan dipikir sendiri. Bahwa di dalam situasi darurat selalu ada solusi. Mbak Via juga terbuka, teman-teman akademisi juga bersama, selalu ada solusi," katanya.

Makwan juga meminta kepada relawan untuk senantiasa menemani keluarga Mutviana dalam menghadapi bencana ini.

Poin-poin rekomendasi UGM:

Diberitakan sebelumnya, Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM merilis kesimpulan sementara terkait puluhan kebakaran misterius yang terjadi di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Tim yang dipimpin Prof. Alva Edy Tontowi ini menemukan pemicu api berasosiasi dengan gas hidrogen.

"Kesimpulan sementara, keluarnya api berasosiasi dengan gas hidrogen," kata Alva dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6).

Dugaannya, gas hidrogen ini berasal dari fermentasi limbah pemotongan ayam. Diketahui, pemilik rumah memiliki usaha pemotongan ayam yang berada di samping rumah sisi utara.

"Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam," katanya.

Lanjutnya, ada kemungkinan gas hidrogen itu bertemu dengan gas yang mudah terbakar pada suhu kamar.

"Sangat dimungkinkan, bersama dengan gas hidrogen tersebut ada gas lain yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar, yaitu gas fosfin (PH3), yang diduga bisa terbentuk dari material yang kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras dari bulu ayam," katanya.

"Gas fosfin ini sayangnya tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen. Sangat dimungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Hal ini masih perlu diselidiki secara lebih mendalam," katanya.

Selain dari UGM, penelitian juga dilakukan UPN "Veteran" Yogyakarta. Temuan awal dari UPN menunjukkan adanya gas metana di sekitar lokasi kebakaran tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan Artis Fabiola Kerja Jadi Scammer Sejak Januari, Digaji Rp 30 Juta
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Lauv rehat dari panggung musik karena masalah kesehatan mental
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Profil Giorgio Antonio, Kekasih Sarwendah yang Ikut Terseret Konflik dengan Ruben Onsu, Disebut Numpang Tenar?
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Gubernur Luthfi Instruksikan APBD Perubahan 2026 Untuk Genjot Perbaikan Jalan
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Timnas Irak Kembali ke Piala Dunia 2026 Setelah 40 Tahun, Singa Mesopotamia Siap Ukir Sejarah
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.