Saat Modal Asing Keluar dari RI, Amartha Justru Tetap Dilirik Investor Global

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyatakan pendanaan dari investor asing tetap terjaga meskipun ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi.

Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan mayoritas investor asing yang menanamkan modal di Amartha memiliki orientasi investasi jangka panjang sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gejolak ekonomi jangka pendek.

"Investor luar negeri itu lebih visioner, jadi lebih bisa melihat jangka panjang. Mereka tidak berbicara soal tahun depan, dua tahun ke depan bisa dapat return berapa banyak. Tetapi memang melihatnya 5 tahun, 7 tahun ke depan bisnis ini beneran bisa tumbuh berkali-kali lipat apa tidak," kata Andi dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum, Kamis (4/6/2026).

Menurut Andi, kondisi ekonomi saat ini menjadi salah satu yang paling menantang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyoroti nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.039 per dolar AS. Selain itu, berdasarkan data Bank Indonesia, arus modal keluar (capital outflow) mencapai US$800 juta atau sekitar Rp14,12 triliun pada kuartal I-2026.

Selain mempertimbangkan prospek bisnis jangka panjang, investor dan pemberi pinjaman asing juga menilai kemampuan perusahaan dalam menjaga fundamental usaha. Meski tidak merinci angkanya, Andi memastikan Amartha masih membukukan laba hingga saat ini.

Baca Juga: Amartha Bongkar Tantangan UMKM: Modal Saja Ternyata Tak Cukup!

Baca Juga: Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah

Dari sisi operasional, Amartha mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp3 triliun sepanjang kuartal I-2026. Pada periode yang sama, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) berada di kisaran 4%, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

"Mereka melihatnya Amartha bisa menjalankan puluhan juta UMKM itu apa tidak dalam 5-7 tahun ke depan. Itu yang membuat kita menjalankan bisnis juga lebih long term," ujarnya.

Ke depan, untuk menjaga kualitas pembiayaan, Amartha tetap menerapkan skema tanggung renteng, di mana anggota dalam satu kelompok saling membantu apabila terdapat anggota yang mengalami kesulitan melakukan pembayaran.

"Jadi istilahnya tanggung renteng. Kalau sudah lancar lagi nanti dibalikin lagi semua uangnya, jadi mereka saling support komunitas satu sama lainnya," jelas Andi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Amartha mengakui investor kini semakin selektif dalam menempatkan modal. Karena itu, perusahaan terus memperkuat tata kelola dan menjaga kinerja bisnis guna mempertahankan kepercayaan investor.

Secara keseluruhan, investor asing asal Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Amerika Serikat masih mendominasi struktur pendanaan Amartha.a


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Investasi Rp5 Juta Jadi Rp6,2 Juta, Rista Akhirnya Buka Suara di PN Gresik
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Hakim Sebut Sederet Prestasi Eks Wamenaker Noel: Menyentuh Hajat Hidup Jutaan Buruh
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Sepakat Akan Naikkan HET MinyaKita, tapi Tunggu Perkembangan Harga CPO
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 5 Juni 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kim Jong-Un Sebut Kapasitas Produksi Material Nuklir Korut Naik Dua Kali Lipat
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.