JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi percontohan nasional terkait Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak.
Untuk memperkuat hal itu, Pemprov DKI menandatangani kesepakatan lintas instansi di Ruang Pola Benyamin Sueb, Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.
BACA JUGA:KPK: Silmy Karim Minta Jatah Rp100 Juta per Minggu dari Pengurusan Izin Tinggal WNA
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyaksikan langsung penandatanganan yang melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, Kementerian Hukum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta sebagai daerah percontohan program tersebut.
Menurut dia, amanah itu harus dijalankan optimal dengan memastikan penanganan awal dilakukan maksimal 24 jam sejak pengaduan diterima.
BACA JUGA:Hasil Indonesia Open 2026 Hari Ini: Sabar/Reza Menang Dramatis Atas Huang Di/Liu Yang
“Yang tidak kalah penting adalah integrasi layanan secara menyeluruh agar pelayanan berjalan utuh, didukung digitalisasi sistem, serta keberlanjutan pendampingan bagi korban yang membutuhkan,” ujarnya.
Pramono mengatakan, program tersebut relevan bagi Jakarta karena kasus yang melibatkan perempuan dan anak masih menjadi perhatian.
Data Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta melalui Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak mencatat terdapat 2.041 korban pada 2024 dan meningkat menjadi 2.269 korban pada 2025.
"Hingga 1 Juni 2026, jumlah korban tercatat sekitar 990 orang," ujar Pramono.
BACA JUGA:Rupiah Anjlok, IHSG Kembali Ditutup Melemah di Level 5.846
Pelayanan ini menjamin setiap orang memperoleh akses layanan sesuai kondisi dan kebutuhannya, mulai dari pengaduan, perlindungan keamanan, hingga pemulihan sosial.
Digitalisasi data juga akan diperkuat agar koordinasi lintas sektor berjalan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Pramono berharap program tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
- 1
- 2
- »





