BEKASI, KOMPAS.com – Polisi memeriksa pemilik hajatan khitanan dan tim Sisingaan dalam kasus kematian tiga penarik sound system odong-odong saat arak-arakan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/6/2026).
Pemeriksaan tersebut untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
"Kami nantinya meminta keterangan masing-masing pihak, baik itu dari pemilik acara khitanan, pemilik sisingaannya, kemudian dari pihak PLN juga, dan tim yang menjalankan kegiatan sisingaan itu," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: 3 Pekerja Odong-odong Tewas Tersengat Listrik saat Arak-arakan Sisingaan di Bekasi
Saksi yang telah dimintai keterangan antara lain Ujang Pele, Pitung, Mulayana, dan Sarbat selaku anggota Linmas, Arif sebagai penanggung jawab hajatan, serta Engkin selaku Kepala Dusun 3.
Menurut Sumarni, pemeriksaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena masih ada beberapa pihak yang belum memenuhi panggilan penyidik.
Polisi saat ini masih menunggu kehadiran mereka untuk dimintai keterangan.
Selain melakukan penyelidikan, polisi juga telah berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Bekasi terkait kondisi jaringan listrik di lokasi kejadian.
Sumarni meminta pihak PLN melakukan penataan terhadap kabel-kabel yang menjuntai dan berpotensi membahayakan masyarakat.
"Saya sudah minta pihak PLN untuk menertibkan kabel-kabel yang menjuntai supaya tidak membahayakan warga masyarakat," kata Sumarni.
Ia menilai masih terdapat sejumlah titik di Kabupaten Bekasi yang memiliki kabel udara dalam kondisi semrawut dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Baca juga: Kronologi 5 Kru Odong-odong Sisingaan Tersengat Listrik di Bekasi, Tewaskan 3 Orang
Di sisi lain, Sumarni mengimbau penyelenggara kegiatan hiburan maupun kesenian tradisional agar lebih memperhatikan aspek keselamatan saat menggelar acara, termasuk memperhitungkan ketinggian properti atau peralatan yang digunakan saat melintas di bawah jaringan listrik.
"Kami juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melebihi over volume agar tidak terjadi hal-hal yang fatal seperti ini," ujar Sumarni.
Sebelumnya diberitakan, tiga kru kelompok kesenian Alan Grup Dewa Tarompet asal Subang tewas di lokasi kejadian setelah tersengat aliran listrik saat mengikuti arak-arakan sisingaan di lokasi hajatan.
Selain tiga korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka bakar dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Radjak Cikarang Utara.
Korban meninggal masing-masing berinisial G (18), J (20), dan Rinto (29), warga Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang.
Baca juga: Warga Bekasi Kini Bisa Bayar Biaya SIM dan SKCK dengan Tabungan Sampah
Sementara korban selamat berinisial R (18) dan RM (22) mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden bermula saat rombongan hendak melanjutkan arak-arakan setelah beristirahat.
Ketika itu, salah seorang kru yang berada di atas gerobak sound system berupaya mengangkat kabel listrik agar rombongan bisa melintas.
Aliran listrik dengan cepat menyebar karena gerobak sound system yang digunakan terbuat dari material besi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




