Pengakuan Warga Wanam: Tak Ada Pengungsi, Pembangunan PSN Justru Diharapkan

viva.co.id
6 hari lalu
Cover Berita

Wanam, VIVA – Narasi negatif tak berdasarkan fakta di lapangan dari sutradara film dokumenter "Pesta Babi", Dandhy Dwi Laksono, yang menuding adanya eksodus warga hingga ratusan ribu orang akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wanam, Papua Selatan, dibantah langsung oleh masyarakat setempat.

Warga menegaskan tidak pernah terjadi pengungsian, dan justru berharap pembangunan PSN food estate Wanam terus dilanjutkan.

Baca Juga :
Mojang Buka Kesempatan Langka untuk Pemain Minecraft, Cek di Sini!
Tak Hanya LBH, Sosok Ini Juga Dilaporkan Mama Sinta ke Polda Metro Jaya Terkait Film Dokumenter 'Pesta Babi'

Berdasarkan temuan di lapangan, berbagai klaim yang beredar dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata. Aktivitas pembukaan lahan yang saat ini berjalan disebut masih terbatas, sekitar 15 ribu hektare, dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, hingga fasilitas penyimpanan (cold storage).

Luas kawasan PSN Wanam juga disebut tidak sebesar yang dinarasikan. Informasi yang menyebut angka hingga 2,5 juta hektare tidak sesuai, karena total kawasan diperkirakan sekitar 1 juta hektar.

Selain itu, isu eksodus warga hingga 170 ribu orang tidak ditemukan di lapangan. Warga yang ditemui memastikan tidak ada perpindahan massal seperti yang dituduhkan.

Sementara terkait alat berat, meski sempat disebut ada pesanan hingga 2.000 unit ekskavator, realisasi di lapangan saat ini baru mencapai ratusan unit.

Di tengah berbagai isu tersebut, suara warga lokal justru menunjukkan harapan terhadap pembangunan. Inosensio Sigipse, contohnya. Petani yang telah 10 tahun menetap di Wanam itu, mengaku mendukung proyek PSN. Ia berharap pembangunan dapat mempermudah akses dan meningkatkan perekonomian warga.

"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang," kata pria yang akrab disapa Papa Ino, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menggambarkan kondisi ekonomi warga yang masih sulit, dengan hasil pertanian yang tidak selalu terserap pasar. Kehadiran proyek diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

"Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga," ujar dia.

Hal senada disampaikan Kleopas Mause, seorang guru sekaligus Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Wanam. Ia menegaskan masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan, meski belum sepenuhnya merata.

Baca Juga :
Nama Dandhy Dwi Laksono Ikut Terseret, Polisi Ungkap Fakta Baru Laporan Mama Sinta Soal Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Berujung Laporan Polisi, Tim Produksi Pertanyakan Perubahan Sikap Mama Sinta
Bantah Isu Diintimidasi TNI, Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Pakai Biaya Sendiri

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Rate Naik, Rupiah Pagi Ini Kembali Menguat Rp 17.976 per Dolar AS
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Inilah Cara Perpanjang SIM Digital Lewat Aplikasi Korlantas Polri
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Desa Didorong Jadi Lokomotif Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: LPS: Edukasi Keuangan Tak Boleh Eksklusif, Harus Membumi
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Imbau Pemilik Ambil Motor yang Digadaikan Mahasiswa di Semarang: Gratis
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.