Mensesneg Klaim Indonesia Punya Fundamental Ekonomi yang Cukup Kuat

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kemerosotan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengeklaim fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari masih terjaganya tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Ia mengatakan, pemerintah terus memonitor kondisi ekonomi dan persoalan rupiah. Bahkan, pemerintah terus menekankan kalau kondisi ekonomi Indonesia masih bagus.

“Kementerian Keuangan kemudian Bank Indonesia, kemudian juga otoritas jasa keuangan terus berkoordinasi secara intens, untuk terus memonitor. Dan kemudian melakukan langkah-langkah, tapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kondisi fiskal masih bagus di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya Yudhi Sadewa Menkeu mengatakan defisit fiskal dalam lima bulan belakangan, atau sampai Mei 2026 hanya mencapai 0,7 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Di bulan Mei, defisitnya naik sedikit dibanding April ke 0,7 persen. Tapi kalau itu kan lima bulan, yang itu kan empat bulan. Kalau kita hitung 12 per lima kali 0,7, kasarannya ya antara 1,8 persen ke PDB rasio defisitnya. Jadi kalau hitungan kasar sampai itu aman. Tapi kan nanti tidak seperti itu, akan bervariasi dari bulan ke bulan,” kata Purbaya di kompleks DPR RI, Kamis (4/6/2026).

Purbaya berjanji besok akan menyelenggarakan Konferensi Pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa, dan menjelaskan soal kondisi fiskal yang diklaim masih bagus tersebut.

“Cuma dari sampai sekarang masih aman, karena income kita tumbuhnya di atas perkiraan banyak orangnya,” katanya.

Sebelumnya Menkeu mengatakan amannya kondisi keuangan negara didorong peningkatan pendapatan pajak yang diklaim signifikan. Ia juga tegas menyatakan, pemerintah bijak dalam menggunakan anggaran negara.

Selain itu Purbaya optimistis IHSG mampu berbalik menguat didukung oleh solidnya fundamental perekonomian. “Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” kata Purbaya.

Bendahara negara tidak membidik target khusus level IHSG pada tahun ini. Namun, menurutnya, berbagai indikator perekonomian bisa mendorong IHSG kembali bergerak positif.

Salah satunya yaitu inflasi pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang masih dalam rentang target Bank Indonesia 2,5 plus minus 1 persen.(lea/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham Kota Satu Properti (SATU) Masuk Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Ungkap Motif 2 Pak Ogah Aniaya Wanita Hamil dan Suaminya di Deli Serdang
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Prabowo Siapkan Aturan Baru Geber Program 100 Giga Watt PLTS
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kejagung Jemput Paksa Dadan Hindayana Cs, Sony Malah Lagi di Hotel
• 20 jam laludisway.id
thumb
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah Optimis Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.