Mendagri dan Menteri PKP Tinjau Program Bedah Rumah di Bantul

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program bedah rumah berjalan sesuai harapan.

Rombongan melihat langsung kondisi rumah penerima bantuan yang masih berdinding anyaman bambu lapuk dan berlantaikan tanah. Rumah tersebut berdiri di atas fondasi batu tanpa semen, menandakan konstruksi yang tidak kokoh. Penerima bantuan ini juga terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut dialog dengan penghuni rumah, diketahui bahwa rumah itu telah ditempati sejak 1984 dan belum pernah menerima bantuan sebelumnya. "Kami bersyukur karena rumah tersebut akan segera dibangun melalui Program BSPS. Alhamdulillah," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Program ini tidak hanya menyasar rumah tidak layak huni di perdesaan dan perkotaan, tetapi juga di daerah perbatasan. Tito menegaskan, pembangunan di daerah perbatasan bertujuan memperkuat pertahanan negara dan meningkatkan rasa cinta Tanah Air masyarakat setempat.

"Pak Ara telah mengalokasikan 15.000 unit untuk daerah perbatasan. Ada lebih dari 40 kabupaten perbatasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh," katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang baru-baru ini mengalami banjir bandang, merusak ratusan rumah. "Program BSPS telah menyasar hampir 600 rumah di sana dan saat ini sedang berjalan," tambah Tito.

Selain meninjau langsung di Bantul, rombongan juga berdialog secara virtual dengan penerima bantuan BSPS lainnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan meresmikan pelaksanaan program secara simbolis.

Turut hadir dalam peninjauan ini, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya, serta Kepala BPS Amalya Adininggar Widyasanti.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Sebut Eks Wamenaker Noel Ebenezer Cederai Martabat Buruh yang Selama Ini Ia Bela
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Korupsi Pejabat Imigrasi: KPK Bongkar Kode Rahasia 'Malaikat' hingga 'Vokalis'
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Eko Suwanto Ajak Warga Ikut Kirab Budaya Tresno Pancasila 6 Juni
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Diperiksa Polisi Buntut Seruan Gulingkan Pemerintah, Saiful Mujani: Daripada Saya di Andrie Yunus-kan!
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Kejari Surabaya Tangkap DPO Kasus Kredit Fiktif Rp4,75 Miliar
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.