JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto sangat kecewa dengan Dadan Hindayana karena mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu ternyata korupsi saat mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kekecewaan Prabowo ini diutarakannya di hadapan 12.000 penggerak dan mitra MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).
Baca juga: Prabowo Lantik Nanik Deyang Jadi Kepala BGN Senin Depan, Gantikan Dadan Tersangka Korupsi MBG
Sambil menghela nafas, Prabowo menyinggung pernah memberikan Dadan penghargaan Bintang Jasa Utama.
Kepala Negara mengaku rasanya sangat berat saat mencopot Dadan, tetapi tak ada pengecualian bagi yang mencuri uang rakyat
"Dan tidak ada, tidak ada pengecualian. Saya katakan, berat bagi saya waktu saya tanda tangan, berat, 'ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat'," ujar Prabowo sambil menghela nafas dan terdiam selama beberapa detik.
Baca juga: Dadan hingga Silmy Jadi Tersangka, Anggota DPR: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
Sebagaimana diketahui, Dadan yang kini berstatus tersangka korupsi pernag menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo pada Jumat (13/2/2026) lalu.
Pemberian Bintang Jasa Utama didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 dan 13 Tahun 2026 tentang penganugerahan Bintang Jasa dan Satyalencana Wirakarya.
Alasan Prabowo memberikan pemberian tanda kehormatan kepada Dadan saat itu adalah sebagai bentuk penghargaan atas jasa besar para penerima terhadap bangsa dan negara, serta keteladanan dalam pengabdian.
Namun kini, Dadan malah terbukti melanggar hukum sehingga Prabowo mengambil sikap tegas dengan memecat Dadan dari Kabinet Merah Putih.
Prabowo tidak ingin NKRI dilecehkan. Ia juga tidak mau melihat uang rakyat dicuri lagi.
"Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri, saya tidak mau uang rakyat dicuri," imbuhnya.
Mengaku SedihLebih lanjut, Presiden Prabowo mengaku sangat sedih karena harus mencopot Dadan, dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung yang sudah menjadi tersangka.
Mulanya, Prabowo mengaku begitu menyayangi dan memercayai mantan pimpinan BGN itu dalam menjalankan tugas negara yang berat.
"Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo.
Baca juga: Kejagung Pastikan SPPG Terkait Kasus Dadan dkk Tetap Bisa Layani MBG
Prabowo juga menghormati proses hukum yang berjalan.





