jpnn.com, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPP Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan menyelenggarakan Lomba Esai Nasional bertema "Relevansi Indonesia Menggugat" yang ditujukan bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Hukum di seluruh Indonesia.
Ajang ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat pemikiran dan perjuangan Bung Karno di kalangan generasi muda, khususnya generasi muda hukum.
BACA JUGA: Bulan Bung Karno 2026 di Banten, Bonnie Triyana Libatkan UMKM hingga Budayawan
Melalui lomba ini, peserta diajak untuk mengkaji kembali pidato Indonesia Menggugat sebagai salah satu karya intelektual terpenting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta merefleksikan relevansinya terhadap berbagai tantangan hukum, demokrasi, dan keadilan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini.
BACA JUGA: PDIP Bakal Memusatkan Acara Bulan Bung Karno di Lokasi Ini, Silakan Disimak
Bagi PDI Perjuangan, Indonesia Menggugat bukan sekadar dokumen sejarah perjuangan bangsa, melainkan sumber inspirasi yang tetap relevan dalam menjawab persoalan-persoalan kebangsaan kontemporer.
Semangat keberanian intelektual, keberpihakan kepada rakyat, serta perlawanan terhadap ketidakadilan yang terkandung dalam pidato tersebut masih memiliki arti penting bagi Indonesia serta relevan dengan situasi geopolitik dunia kontemporer.
BACA JUGA: Cegah Abuse of Power Aparat, Wayan Sudirta DPR Dorong Evaluasi Implementasi KUHAP Baru
Melalui Lomba Esai Nasional ini, BBHAR Pusat PDI Perjuangan ingin membuka ruang bagi generasi muda hukum untuk menyumbangkan gagasan kritis, progresif, dan solutif bagi masa depan Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembalipemikiran, keberanian intelektual, dan semangat perjuangan Bung Karno dalam kehidupan kebangsaan masa kini.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak kader-kader hukum yang profesional dan berpihak kepada rakyat, DPP BBHAR PDI Perjuangan menyediakan hadiah utama berupa tiga Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta kesempatan mengikuti proses pelantikan advokat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap lomba ini tidak hanya menghasilkan karya tulis yang berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi baru pejuang hukum Indonesia yang memiliki integritas, keberanian moral, dan komitmen terhadap keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan Bung Karno," ujar Kepala Badan Bantuan Hukum Dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat PDI Perjuangan Dr. I Wayan Sudirta, SH, MH.
Ketentuan Peserta
• Terbuka bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Hukum
• Usia maksimal 30 tahun.
• Peserta bersifat individu.
• Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu karya esai.
Ketentuan Naskah
• Karya merupakan hasil karya asli peserta.
• Bukan karya yang dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI)
• Bukan saduran atau terjemahan.
• Belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam lomba lain.
• Bebas dari unsur plagiarisme.
• Relevan dengan tema utama: "Relevansi INDONESIA MENGGUGAT".
• Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI dan KBBI.
Format Penulisan
• Kertas A4.
• Margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, bawah 3 cm.
• Font Times New Roman ukuran 12 pt.
• Spasi 1,5.
• Panjang naskah 1.500–2.000 kata (di luar daftar pustaka).
• Sistematika: Judul, Pendahuluan, Isi/Pembahasan, dan Penutup/Kesimpulan.
Pengiriman Karya
• Karya dikirim melalui email: [email protected].(feri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




