JAKARTA, KOMPAS — Kebakaran permukiman di sekitar jalur rel Jalan Citarum, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026), menghanguskan enam petak rumah. Seorang lansia berusia 80 tahun meninggal dan lima orang lainnya mengalami luka bakar. Perjalanan Commuter Line lintas Stasiun Tanah Abang–Stasiun Duri sempat terganggu sebelum operasionalnya kini kembali normal.
”Korban meninggal dibawa polisi, sedangkan lima korban luka dirawat di rumah sakit terdekat,” kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat Supriyanto di Jakarta, Jumat.
Laporan kebakaran diterima petugas pukul 04.48 WIB dan api berhasil dipadamkan pukul 06.03. Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 22 mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali diketahui saat sudah membesar di salah satu rumah.
”Penyebab utamanya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Supriyanto.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, saat kebakaran, perjalanan Commuter Line lintas Stasiun Tanah Abang–Stasiun Duri sempat dihentikan sementara demi menjaga keselamatan operasional. Selain itu, Listrik Aliran Atas (LAA) juga dimatikan selama proses pemadaman.
”Setelah pemadaman selesai, pukul 06.10 WIB LAA kembali dinyalakan dan perjalanan Commuter Line dapat beroperasi kembali,” ujar Leza.
Saat ini, perjalanan Commuter Line Cikarang dan Commuter Line Basoetta juga sudah dapat melintas dengan normal. KAI Commuter terus menormalikan operasional untuk mengurai antrean perjalanan kereta yang sempat terjadi akibat gangguan tersebut.
Meski layanan telah kembali normal, insiden tersebut sempat berdampak pada operasional kereta. KAI Commuter mencatat lima perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan dengan total akumulasi keterlambatan mencapai 132 menit.
Selain itu, dilakukan rekayasa pola operasi pada Commuter Line No. 5027 relasi Cikarang–Kampung Bandan yang perjalanannya hanya sampai Stasiun Manggarai sebelum kembali menuju Stasiun Bekasi.
KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas keterlambatan perjalanan dan ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan tersebut.
Akibat kejadian ini, salah satu pengguna KRL, Amala (33), mengatakan harus meminta izin kepada kantor karena tadi pagi ia terlambat akibat perjalanan KRL yang sempat tertahan.
”Saya hari ini piket masuk jam 07.00 WIB. Jadi, saya izin tadi pagi karena ada gangguan KRL. Tadi sampai kantor jam 07.15 WIB,” katanya.





