Kepemilikan Asing di Obligasi Indonesia ke Level Terendah Hampir 20 Tahun

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Data pemerintah menunjukkan porsi kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) turun menjadi 12,62 persen per 2 Juni 2026.

Kepemilikan Asing di Obligasi Indonesia ke Level Terendah Hampir 20 Tahun. (Foto:

IDXChannel – Investor asing terus mengurangi eksposurnya terhadap aset Indonesia.

Data pemerintah menunjukkan porsi kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) turun menjadi 12,62 persen per 2 Juni 2026, level terendah sejak November 2006, di tengah pelemahan rupiah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal negara.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik ke Rp2.770.000 per Gram

Mengutip Reuters, penurunan tersebut menandai perubahan besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Pada 2019, investor asing masih menguasai hampir 40 persen dari total obligasi pemerintah Indonesia yang beredar.

Kehati-hatian investor juga terlihat di pasar saham. Kepala Riset Indonesia Macquarie Capital Ari Jahja dalam catatannya menyebut kepemilikan asing di pasar saham Indonesia telah turun secara bertahap ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:
IHSG Tertekan Sentimen Negatif Jangka Pendek, Investor Bisa Fokus ke Fundamental Emiten

Di pasar valuta asing, tekanan terhadap rupiah semakin besar. Mata uang Garuda telah melemah sekitar 7,5 persen sejak awal tahun, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia sepanjang 2026.

Pada Kamis (4/6/2026), rupiah bahkan menembus level psikologis Rp18.000 per USD dan mencetak rekor terendah baru.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Catatkan Rekor Tertinggi

Tekanan juga terlihat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot ke level terendah dalam lebih dari lima tahun seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar keuangan. Namun langkah tersebut ikut menggerus cadangan devisa. Pada April 2026, cadangan devisa Indonesia turun USD2 miliar menjadi USD146,2 miliar, level terendah dalam hampir dua tahun.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian lembaga pemeringkat internasional.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Maret lalu, Fitch Ratings menyebut penurunan tajam cadangan devisa akibat arus keluar modal, yang dipicu melemahnya kepercayaan investor atau memburuknya tata kelola, dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu aksi pemeringkatan negatif terhadap Indonesia.

Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan investor kini semakin mencermati prospek peringkat kredit Indonesia di tengah meningkatnya komitmen belanja pemerintah.

"Investor semakin fokus pada prospek kredit pemerintah Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi masih relatif tangguh, kekhawatiran mulai muncul terkait disiplin fiskal dan meningkatnya komitmen belanja pemerintah," ujar Andrey.

Menurut dia, spekulasi pasar mengenai kemungkinan peninjauan ulang peringkat kredit Indonesia turut memperkuat sikap hati-hati investor dan menambah tekanan terhadap aset-aset domestik. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Piala Dunia 2026, Ternyata Brasil Masih Kokoh Jadi Negara Pemilik Gelar Piala Dunia Terbanyak!
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Profil Mbah Slamet Suradio, Masinis Tragedi Bintaro 1987 yang Baru Saja Wafat, Terkuak Nasibnya Selama Puluhan Tahun Disalahkan
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Subsidi dan Kompensasi Listrik Naik Tiap Tahun, Ini Datanya
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan yang Dibutuhkan
• 2 jam laluokezone.com
thumb
KPK Usul Pemerintah Pusat Bikin PTSP untuk Mudahkan Layanan Perizinan
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.