JAKARTA, KOMPAS.com – Ratusan pencari kerja memadati Jakarta Job Fair 2026 di GOR Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Mereka datang dengan harapan yang sama yakni mendapatkan pekerjaan.
Namun di balik antrean panjang dan tumpukan curriculum vitae (CV), tersimpan cerita tentang sulitnya mencari kerja di tengah ketatnya persaingan dan terbatasnya peluang yang tersedia.
Ada yang sudah menganggur selama dua tahun, ada yang berkali-kali mengikuti wawancara tanpa kabar lanjutan, hingga penyandang disabilitas yang masih berjuang mendapatkan kesempatan yang setara.
Ratusan lamaran tanpa jawaban
Dika (20), lulusan SMK jurusan otomotif asal Bekasi, menjadi salah satu pencari kerja yang datang ke job fair tersebut.
Sejak lulus pada 2024, Dika mengaku belum pernah merasakan bekerja meski sudah mengirim lebih dari 100 lamaran ke berbagai perusahaan.
"Saya nganggur sudah dua tahun. Lulus SMK itu langsung nganggur. Belum pernah kerja sekali pun," ujar Dika kepada Kompas.com.
"Sudah kasih lamaran lebih dari 100. Ada lah kalau 120-an," tutur dia.
Selama dua tahun terakhir, Dika telah mendatangi belasan job fair dan mencoba berbagai jenis pekerjaan. Mulai dari sales, operator forklift hingga kurir.
Namun, dari ratusan lamaran yang dikirimkan, tidak satu pun menghasilkan panggilan kerja.
"Enggak ada jawaban sama sekali," kata dia.
Ketiadaan respons membuat Dika tak mengetahui apa yang salah dari lamaran maupun CV yang ia kirimkan.
Baca juga: 37 Perusahaan Buka 2.000 Lowongan Kerja di Job Fair Jakpus, Besok Masih Dibuka
"Sehingga saya juga enggak tahu," tuturnya.
Selama menunggu kesempatan kerja datang, Dika sempat mencoba berjualan makanan.