Pantau - Prancis akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina di Paris pada 12 Juni 2026 guna menegaskan dukungan terhadap Solusi Dua Negara serta mendorong percepatan pengakuan dan pembentukan negara Palestina.
Pertemuan tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot melalui pesan video kepada tokoh masyarakat sipil Israel dan Palestina yang berkumpul di Tel Aviv pada Kamis (4/6).
"Pertemuan ini akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina untuk menegaskan kembali komitmen bersama kita dalam mewujudkan solusi dua negara," ungkap Barrot.
Dorong Pengakuan Negara PalestinaForum di Paris digelar setahun setelah peluncuran Seruan Paris (Paris Appeal) dan satu tahun setelah Prancis bersama sekitar 10 negara lainnya mengakui Negara Palestina.
Barrot menyebut langkah pengakuan tersebut sebagai "keputusan besar".
Menurut dia, hasil dan rekomendasi dari pertemuan itu akan menjadi bahan pembahasan pada Konferensi Tingkat Tinggi G7 yang tahun ini diselenggarakan Prancis di Evian.
"Ambisi kami jelas. Kami ingin menghasilkan seruan baru untuk bertindak bagi percepatan pengakuan dan implementasi yang efektif atas negara Palestina," katanya.
Fokus pada Perdamaian dan Rekonstruksi GazaPembahasan menjelang pertemuan di Paris akan difokuskan pada lima isu utama yang berkaitan dengan masa depan hubungan Israel dan Palestina.
Lima bidang tersebut meliputi keamanan bagi warga Israel dan Palestina, bantuan kemanusiaan serta rekonstruksi Gaza, implementasi Solusi Dua Negara, respons terhadap ancaman aneksasi, dan penguatan narasi yang mendukung perdamaian, demokrasi, reformasi, serta integrasi regional.
Barrot menegaskan masyarakat sipil memiliki peran penting dalam proses perdamaian karena memahami kondisi nyata di lapangan.
"Tindakan Anda sangatlah penting, karena Anda memahami realitas di lapangan lebih baik daripada siapa pun," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh upaya tersebut akan berpedoman pada prinsip-prinsip dalam Deklarasi New York dan menjadi dasar bagi berbagai inisiatif diplomatik berikutnya.
"Tantangannya sangat besar, memungkinkan dua negara—Israel dan Palestina—untuk hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan," ujar Barrot.
Prancis juga menegaskan akan terus bekerja sama dengan mitra Israel dan Palestina guna mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.




