Mantan ART Rien Wartia Trigina alias Erin, Herawati, mengklarifikasi tudingan mantan majikannya. Erin sebelumnya menuding Herawati melanggar privasi keluarganya lantara mengunggah foto dan video anak-anaknya ke akun pribadi.
Herawati memastikan bahwa unggahan tersebut sama sekali tidak memiliki maksud tertentu. Ia mengaku mengunggah foto tersebut karena rasa senang dirinya bisa berinteraksi langsung dengan keluarga figur publik.
"Saya sudah jelasin, kalau itu hanya bercanda dan saya pun minta foto udah izin gitu loh. Kalau yang masalah kartun itu, ya emang bercandaan, saya niatnya karena senang gitu loh, ketemu sama anaknya artis gitu," ujar Herawati dalam konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (4/6).
Lebih lanjut, Herawati mengatakan sebelum menjadi ART dirinya memang sudah aktif menggunakan media sosial miliknya. Ia tak menyangka jika konten yang ia buat dengan maksud bercanda tersebut justru memicu kemarahan Erin hingga berujung pada laporan polisi soal dugaan pelanggaran UU ITE.
"Ya mungkin saya akan meminta maaf gitu ke Mas Kenzy dan Mas Dio. Tapi merugikan juga gak sih? Ya nggak, emang sebelum kerja di Bu Erin juga saya udah sering bikin foto, main TikTok, gitu," jelas Herawati.
Pembelaan serupa diutarakan kuasa hukum Herawati, Deolipa Yumara. Deolipa menilai reaksi kliennya merupakan hal yang sangat manusiawi bagi seseorang yang baru bekerja di kediaman milik artis ternama.
"Jadi, ini namanya euforia. Orang kerja di tempat artis kan senang. Euforia, kan? Namanya kita kerja tempat artis, euforia. Saya juga kalau kerja di tempat artis, saya euforia juga," ungkap Deolipa Yumara.
Karena itu, Deolipa menilai hanya ada perbedaan persepsi antara Erin sebagai majikan dan Herawati sebagai pekerja terkait batasan privasi. Bentuk kesalahpahaman itulah yang nantinya perlu diluruskan melalui komunikasi antar pihak.
"Ya, itu yang namanya kesalahpahaman tadi, kan? Itu yang nanti kami akan jernihkan selaku kuasa hukum," tutup Deolipa.
Kasus ini bermula dari laporan Herawati terhadap mantan majikannya, Erin, atas dugaan penganiayaan. Dalam kesaksiannya di hadapan Komisi III DPR RI, Herawati mengaku mengalami kekerasan fisik dan verbal saat bekerja di rumah Erin. Ia mengaku dipukul menggunakan sapu lidi di bagian kepala setelah dimarahi karena urusan pekerjaan rumah.
Tak hanya itu, Herawati juga mengaku sempat ditendang, dicaci maki, hingga mengalami intimidasi selama bekerja. Hingga kini, kasus tersebut masih bergulir di kepolisian.





