Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menjelaskan keterlambatan pengoperasian penuh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Senen Sentral, Jakarta Pusat, yang sempat menuai keluhan masyarakat, disebabkan persoalan administrasi dan komunikasi.
“Ya, memang untuk Halte Senen ini pada waktu renovasi dilakukan menjadi ‘Jaga Jakarta’, itu ada kontribusi dari pemerintah pusat melalui PUPR,” kata Pram usai meresmikan Puskesmas Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6).
Menurut Pramono, persoalan yang menyebabkan fasilitas tersebut belum beroperasi secara penuh bukan berkaitan dengan aspek teknis bangunan, melainkan urusan administrasi yang melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat.
“Jadi ini masalah administrasi saja,” ujarnya.
Pram memastikan JPO tersebut kini telah dioperasikan secara menyeluruh setelah dirinya memberikan instruksi agar fasilitas itu segera dibuka untuk masyarakat.
“Tetapi sekarang saya juga sudah memerintahkan untuk mulai dari kemarin untuk dioperasionalkan secara menyeluruh dan sudah beroperasi,” kata Pramono.
Pramono berharap pengoperasian penuh JPO Senen dapat mempermudah mobilitas warga, terutama pengguna transportasi umum yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.
“Mudah-mudahan memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan akar persoalan yang menyebabkan keterlambatan pembukaan fasilitas itu lebih disebabkan kurangnya koordinasi dan komunikasi antarpihak.
“Jadi betul-betul masalah komunikasi aja,” pungkasnya.
Sebelumnya, melalui akun resminya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatakan JPO Senen Sentral kembali beroperasi pada Kamis (4/6) pukul 18.00 WIB.





