Akhirnya Terungkap Sosok Pengirim Sate Beracun yang Tewaskan Nenek di Boyolali, Sang Menantu Kini Diawasi Polisi

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Misteri sate beracun yang menewaskan seorang nenek di Boyolali, Jawa Tengah mulai menemukan titik terang. Setelah anak dan menantunya diperiksa sebagai saksi, polisi akhirnya mengetahui siapa sosok pengirimnya.

Kasus kematian nenek di Boyolali menggegerkan warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, nenek yang semula tampak baik-baik saja itu ditemukan sudah tak bernyawa setelah menyantap sate yang dikirim seseorang lewat ojek online alias ojol.

Korban ditemukan tak bernyawa pada Selasa (19/5/2026). Menyadari adanya kejanggalan pada kematian korban berinisal A (57), pihak keluarga pun memutuskan untuk melakukan proses ekshumasi pada Sabtu (30/5/2026) demi penyelidikan lebih lanjut.

Kecurigaan pihak keluarga ini mencuat karena sehari sebelum mengembuskan napas terakhir, A sempat menerima kiriman sate ayam misterius. Keluarga pun menduga sate tersebut telah diberi racun hingga menyebabkan kematian korban.

Pengiriman sate ayam itu disebut menggunakan akun atas nama Luriyanti, anak kedua korban. Namun setelah dikonfirmasi, Luriyanti mengaku tidak pernah memesan maupun mengirim sate ayam kepada ibunya.

Kasus ini pun langsung jadi perhatian pihak berwajib. Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, penyidik telah memeriksa delapan saksi, termasuk menantu korban berinisial P yang diduga mengirimkan sate tersebut.

P menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih delapan jam di Mapolres Boyolali.

"Ada 8 orang saksi, kita juga sudah periksa terduga pelaku yaitu menantu dari almarhum. Namun statusnya masih sebagai saksi," ujar Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dikutipd Grid.ID dari Tribun Solo, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, P mengakui bahwa sate yang dikonsumsi korban memang berasal darinya.

"Ya betul (terduga akui kirim sate rumah korban). Hasil pemeriksaan itu sampai tadi malam pukul 23.00 WIB. Dimana terduga pelaku dari keterangannya menyampaikan ke pihak penyidik bawah yang bersangkutan yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman kurban," kata dia.

Meski telah memperoleh pengakuan mengenai asal-usul sate ayam tersebut, polisi masih belum bersedia mengungkap lebih jauh hasil pemeriksaan maupun kemungkinan motif di balik pengiriman makanan tersebut.

 

"Hari ini tadi kita periksa," ujarnya pada Kamis (4/6/2026).

Menurut Indra, penyidik saat ini masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik yang dilakukan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab pasti kematian A sekaligus menentukan arah penyelidikan berikutnya.

"Besok ya. Kita tunggu hasil otopsi dulu. Pasti nanti kita sampaikan berita besarnya," katanya.

Awal Mula Kecurigaan Keluarga Terhadap Sate Beracun

Kecurigaan keluarga sebenarnya sudah menyeruak sejak awal penemuan jenazah, sebagaimana diungkapkan oleh kakak korban, Widodo (61).

"Kondisi saat ditemukan, kondisinya telentang, tangannya mengepal, terus di kaos itu ada bekas muntahan yang keluar dari mulut," ujar Widodo dikutip dari Tribun Jateng.

Menurut Widodo, posisi tangan korban yang mengepal menjadi salah satu alasan keluarga menduga ada sesuatu yang tidak wajar dalam kematian adiknya.

"Kalau orang meninggal wajar itu tidak mengepal. Itu mungkin menahan sakitnya karena memakan racun," katanya.

Selain itu, korban juga ditemukan dengan baju terkena muntahan sisa makanan dan mulut mengeluarkan busa.

Wiwik Dwi Habsari selaku kuasa hukum mengatakan, sate ayam yang diduga berkaitan dengan kematian A disebut dibeli dari wilayah Pandean, Kecamatan Ngemplak, sebelum dikirim ke rumah A melalui jasa ojek online. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah saksi, termasuk pengemudi ojek online yang mengantarkan paket makanan ke rumah korban.

"Kecurigaan muncul setelah diketahui sate ayam itu dibeli di wilayah Pandean, lalu dikirim ke rumah korban menggunakan jasa ojek online oleh seseorang yang diduga berinisial P," ujar Wiwik.

 

Pengiriman sate ayam itu disebut menggunakan akun atas nama Luriyanti, anak kedua korban. Namun setelah dikonfirmasi, Luriyanti mengaku tidak pernah memesan maupun mengirim sate ayam kepada ibunya.

Sebelum menyantap sate tersebut, korban sempat menghubungi putrinya untuk memastikan asal kiriman makanan. Karena tidak mengetahui siapa pengirimnya, Luriyanti bahkan meminta ibunya untuk tidak memakan sate tersebut.

Selain barang bukti berupa pakaian korban, penyidik juga mengamankan satu ekor ayam yang mati setelah memakan sisa sate tersebut.

"Ada lima ekor ayam yang memakan sisa sate korban. Untuk sampel, satu ekor ayam yang mati kami simpan," ujar Widodo.

Mengutip Tribun Style, P ternyata sempat mencoba meredam pihak keluarga agar tidak memperpanjang masalah ketika kasus ini mulai dilaporkan kepada polisi. Ia juga sempat berdalih kepada aparat bahwa yang diberikan bukan racun, melainkan jampi-jampi agar korban lebih mudah saat dimintai uang.

Menurut Widodo, hubungan P dengan korban tidaklah harmonis.

"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," tuturnya.

Selain itu, P juga diketahui kecanduan judi online dan sering berutang kepada teman. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelajaran dari Jerman Timur: Demokrasi dalam Bayang-Bayang Aparat Berseragam
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pigai Usul Sipil Bisa Isi Jabatan Pejabat Utama di Polri
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri, Ajukan 28 Inisiatif Baru
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp18.000 Tak Ganggu Kemampuan Bayar Utang Negara
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Mensos Tegaskan Pelaku Korupsi Akan Dikejar Hingga Masa Pensiun dan Tidak Memiliki Zona Aman
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.