Grid.ID - Kronologi ibu hamil di Medan dianiaya preman hingga mengalami syok. Kini dua orang pelaku berhasil diamanakan polisi.
Media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan adanya dugaan penganiayaan seorang wanita hamil di Medan. Dalam video yang beredar, salah satu pelaku bahkan terlihat menendang perut wanita hamil tersebut.
Diketahui, korban yang bernama Kartina sampai dibuat syok dengan peristiwa tersebut. Lantas bagaimana kronologinya?
Kronologi
Kartina mengungkapkan bahwa dirinya saat ini tengah hamil muda. Usia kandungannya sudah memasuki sekitar tujuh minggu atau hampir dua bulan.
"Ini trisemester pertama, sudah tujuh minggu," ujar Kartina, dikutip dari Tribunnews.
Saat itu ia dan suaminya baru saja pulang bekerja. Meraka kemudian melintas di sekitar lokasi yang saat itu sedang terjadi aksi tawuran di bantalan rel.
Melihat kondisi yang tak terkendali, sang suami kemudian menepikan kendaraan karena khawatir terkena lemparan batu. Namun tak lama setelah itu, sejumlah pria justru mendatangi mereka.
"Ya, kayak manalah. Bukan kutantang, dia ibarat kata tidak mau lagi itu. Gitu kan. Nah setelah itu dia enggak terima. Mungkin suami saya menyenggak dia. Jadi dia menghampiri kami," ucapnya.
Kartina mengatakan jika pria yang mendatanginya justru meminta mereka untuk tetap melintas di lokasi tawuran. Namun karena merasa tidak aman, keduanya memilih menolak.
“Ya karena suami saya takut dengan kenanya perut saya dan kepala saya kebetulan saya tidak pakai helm. Ya kan saya tidak berani jadi saya menjawab pertanyaan apa menanggapi omongan si pelaku ini. Saya bilang kayak ini, saya tidak berani, kami tidak berani melewati itu,” tambahnya.
Penolakan itu diduga memicu emosi para pelaku hingga berujung pada aksi penganiayaan. Dalam video yang sempat viral, terlihat suami Kartina dipukul oleh beberapa orang, sementara pelaku lainnya menendang perut Kartina.
"Itu tidak ada kemacetan sama sekali. Jadi si pelaku ini yang menganiaya kami. Kami dipaksa disuruh untuk melintasi jalan yang tawuran tersebut yang lempar-lemparan batu itu."
Ia juga menjelaskan bahwa pada saat kejadian, dirinya sempat berusaha untuk merekam aksi para pelaku menggunakan ponselnya. Namun upaya itu juga gagal dan ponselnya justru dirampas oleh pelaku.
“Ibarat kata biar saya bisa melapor ke kantor polisi terdekat. Nah setelah itu tidak jadi saya merekam karena HP saya terlempar. Kayak ibarat dijatuhkan lagi itu. Nah setelah itu datanglah satu lagi untuk menendang perut saya,” ujarnya.
Diketahui, kejadian itu terjadi di Jalan Pasar VII, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Rabu (3/6/2026). Beruntung, kini dua pelaku sudah berhasil diamankan polisi.
Kronologi ibu hamil di Medan dianiaya preman hingga mengalami syok viral di sosial media. Dua orang pelaku telah diamankan pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB.
"Pelaku ditangkap sekitar lokasi. Keduanya mengakui telah memukul korban," ujat Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Bimo Setiadi, dikutip dari Kompas.com. (*)
Artikel Asli




