Selain Malaikat dan Konser di Kasus Wamen Silmy, Intip Kode-Kode Pelaku Korupsi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pelaku tindak kriminal selalu memiliki cara-cara khusus untuk menyembunyikan kejahatannya, termasuk pelaku tindak pidana korupsi. Terbaru, tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dan pungutan liat, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan periode 2025-2026, Silmy Karim, melakukan hal serupa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut salah satu kode yang digunakan adalah 'Malaikat', yang merujuk pada distribusi uang kepada pejabat tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Selain itu, terdapat pula istilah 'Konser' yang dipakai untuk mengatur pembagian dana kepada sejumlah pihak sesuai peran masing-masing.

"Untuk menyamarkan pembagian uang, para pihak menggunakan kode-kode distribusi khusus seperti istilah Malaikat yang dimaksud untuk distribusi kepada para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto, Setyo Budiyanto, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 4 Juni 2026.

Selain Silmy, pelaku tindak korupsi juga melakukan hal yang sama. Berdasarkan rangkuman Metrotvnews.com, berikut daftarnya. Apel Malang dan Apel Washington

Wisma Atlet. Foto: MI/Vicky Gustiawan


Pada 2011 sempat ada istilah lain yang cukup membuat geger yaitu 'Apel Malang' dan 'Apel Washington'. Istilah tersebut muncul dalam kasus korupsi Wisma Atlet.

Kala itu, Angelina Sondakh berbicara dengan Mindo Rosalina Manulang dalam proyek Wisma Atlit lewat percakapan BBM dengan menyebut istilah Apel Malang dan Apel Washington. Belakangan diketahui Apel Malang berarti uang rupiah, dan Apel Washington merupakan uang dolar AS. Di kasus ini, Angie dihukum 10 tahun penjara. Ahok dan Kereta

Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty


Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar, terbukti menggunakan dua kata untuk menyamarkan tindak korupsinya pada 2017. Ia menggunakan 'Ahok' untuk menyebut Basuki Hariman, seorang pengusaha impor daging.

Patrialis juga menggunakan istilah 'kereta'. Istilah tersebut digunakan untuk mengganti kata putusan uji materi. Sarung dan Telur Asin Dua kode digunakan dalam kasus suap Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan terhadap mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono oleh. Kasus tersebut terbongkat pada tahun 2017.

'Telur asin' berarti pemberian uang saat terkait proyek di Semarang, Jawa Tengah. 'Sarung' merujuk pada pemberian uang menjelang hari raya Idul Fitri. Musang King

Mantan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (metrotvnews.com/Roni K)


'Musang King' Digunakan Eks Walikota Bandung, Yana Mulyana dalam kasus korupsi proyek Smart City pada tahun 2023. Yana menggunakan istilah 'Musang King' untuk mengganti proses penyerahan uang.

Selain menggunakan istilah yang merujuk salah satu varietas durian, Yana juga menggunakan istilah 'Everybody Happy' ketika semua uang sudah diterima pihak-pihak yang terlibat.

Selain 5 Daftar di atas, termasuk kasus Silmy, masih ada lagi penggunaan kode-kode tertentu untuk menyamarkan tindakan para koruptor. Meski demikian, istilah-istilah tersebut justru yang menjadi 'bumerang' ketika kasus mereka terungkap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNI Tegaskan Peran Strategis Pembangunan Berkelanjutan di Hari Lingkungan Hidup
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Singapura Tolak Gugatan Paulus Tannos, KPK: Bakal Percepat Proses Ekstradisi ke RI
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Ungkap Dugaan Penyelewengan Insentif SPPG dalam Kasus Korupsi MBG
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Takut Ada Sengketa Tanah? Ini Cara Pencegahan SHM Ganda
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Ijazah Jokowi, UGM dan Tim Bonjowi Serahkan Tumpukan Dokumen ke PTUN Jakarta
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.