jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi protes masyarakat terutama pengguna transportasi umum karena jembatan penyeberangan orang (JPO) dan Halte Senen yang tidak difungsikan secara keseluruhan.
Diketahui, JPO tersebut hanya berfungsi sebagian sejak selesai direnovasi pada September 2025.
BACA JUGA: Pasar Taman Puring Rata dengan Tanah, Pedagang Tagih Janji Gubernur Pramono Anung
“Memang untuk Halte Senen ini pada waktu renovasi dilakukan menjadi 'Jaga Jakarta', itu ada kontribusi dari pemerintah pusat melalui (Kementerian) PUPR,” ungkap Pramono di Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6).
Menurutnya, lamanya operasional JPO dan halte secara keseluruhan itu karena masalah administrasi dan komunikasi antara Pemprov DKI dan Kementerian Pekerjaan Umum.
BACA JUGA: Dukung Transisi Kendaraan Listrik, Teltonika Menggelar Telematics Summit di Jakarta
Pramono pun memastikan bahwa JPO Halte Senen sudah bisa dioperasionalkan seluruhnya.
“Jadi, betul-betul masalah komunikasi saja. Tetapi sekarang sudah, saya juga sudah memerintahkan untuk mulai dari kemarin untuk dioperasionalkan secara menyeluruh dan sudah beroperasi,” tuturnya.
BACA JUGA: Jakarta Fair Kemayoran 2026 Bakal Digelar 32 Hari, Targetkan Transaksi Rp 8 Triliun
Sebelumnya, sejumlah warganet mengkritik Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PU yang tidak mengoperasikan halte dan JPO Seneng secara keseluruhan.
“Akhirnya perhari ini (4 Juni 26) JPO Halte Pumpunan Moda Senen ini sudah bisa digunakan secara penuh. Sejak 21 Desember lalu, JPO ini hanya bisa digunakan untuk akses Halte Senen TOYOTA Rangga dari sisi selatan (ex-Bioskop Senen), sedangkan sisanya belum bisa digunakan,” tulis akun @MiyanagiDeswira. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




