Orang Tua Korban Perundungan Pelajar di Bogor Maafkan Pelaku, tapi Tetap Khawatir

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Orang tua korban dugaan perundungan pelajar, Iis (45), mengungkapkan, masih memiliki rasa khawatir terkait anaknya, R, jika berada di lingkungan sekolah.

Kata Iis, perundungan terhadap anaknya di Ciheuleut, Bogor Timur, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026) lalu, sudah berakhir damai.

Ia mengatakan, sudah memberikan maaf kepada para pelaku yang merundung anaknya.

"Iya, sudah berdamai. Ya, yang sudah-sudah biarlah berlalu. Yang penting ke depannya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi. Itu saja sih buat saya. Saya sudah memaafkan semuanya," kata Iis kepada Kompas.com di Polresta Bogor Kota, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Alasan Sejumlah Pelajar Merundung Pelajar Lain di Bogor: Penataran di Tongkrongan

"Ya, kalau sedikit rasa khawatir sih ada. Cuman saya percaya sama pihak sekolah, karena mereka (para pelaku) sudah dipantau dan dibimbing kembali oleh pihak sekolah," lanjut dia.

Selain itu, Iis juga akan terus menghubungi R ketika waktu pulang sekolah dan melarangnya untuk nongkrong terlebih dulu agar tidak terjadi peristiwa berulang.

"Iya, pasti. Harus langsung pulang sekolah, tidak boleh nongkrong-nongkrong lagi. Itu saja, demi keselamatan dan kebaikan anak saya juga," tutur Iis.

Baca juga: Pelajar Dirundung Pelajar Lain di Bogor, Dikeroyok hingga Disuruh Push-Up

Ia menambahkan, R mengalami nyeri dan luka memar pada bagian punggungnya.

Iis menuturkan, akan ada kompensasi dari keluarga pelaku yang merundung R untuk biaya pengobatan ke dokter.

"Hanya merasa nyeri dan ada memar-memar di bagian punggung, rencananya mau ke dokter nanti. Nanti kami rundingkan dulu dengan keluarga," tutur dia.

Sementara itu, perwakilan dari keluarga pelaku, yakni Novi (23), mengatakan, kasus perundungan pelajar itu berakhir damai setelah berunding dengan keluarga korban maupun pihak berwenang.

Baca juga: Masih Marak Kasus Perundungan di Sekolah, Apa Langkah Pemerintah?

"Lalu kami dengan keputusan akhir itu, akhirnya kami memutuskan untuk damai dari kedua belah pihak, dengan tanggung jawab tentunya kompensasi terhadap korban, seperti itu," kata Novi di Polresta Bogor Kota, pada Jumat (5/6/2026).

Ia berharap, pihak berwenang seperti sekolah maupun kepolisian dapat memberikan pembinaan terhadap para pelaku.

"Agar tidak ada lagi juga kekerasan maupun di sekolah maupun di luar sekolah seperti itu," ujarnya.

Baca juga: Mendikdasmen Sebut Masih Banyak Perundungan yang Terjadi di Sekolah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya, pelajar yang merundung pelajar lain di Kota Bogor merupakan kegiatan penataran di tongkrongan atau lebih dikenal basis, pada Rabu (3/6/2026) lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Pembacokan Petugas Wisata Parangtritis Bantul Ditangkap
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Data Center Laris Manis Sebelum Beroperasi, Telkom Tambah Kapasitas NeutraDC
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ucapan Lama Aamir Khan Soal Pernikahan Kembali Viral Usai Kabar Bahagia Ini
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Bukti Proaktif RI di Tengah Gejolak Geopolitik Global
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Sejalan Amanat Konstitusi, FPG MPR Dukung Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.