Sumbat Kebocoran Cukai, Purbaya Pasang Mesin Penghitung Rokok Otomatis Mulai Pekan Depan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah bakal menempatkan perangkat teknologi canggih di setiap perusahaan rokok guna menghitung volume produksi secara riil.

Sumbat Kebocoran Cukai, Purbaya Pasang Mesin Penghitung Rokok Otomatis Mulai Pekan Depan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan terobosan baru untuk memperketat pengawasan di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT). Pemerintah bakal menempatkan perangkat teknologi canggih di setiap perusahaan rokok guna menghitung volume produksi secara riil dan mengintegrasikannya langsung dengan basis data pusat korporasi fiskal.

Sistem digitalisasi pengawasan ini dijadwalkan mulai bergulir pada pekan depan. Kementerian Keuangan menargetkan proses standardisasi dan pemasangan mesin penghitung otomatis tersebut dapat rampung secara menyeluruh di seluruh pabrik rokok dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Baca Juga:
Penyederhanaan Layer Cukai Rokok Belum Berlaku, Menkeu Purbaya Tunggu Restu DPR

"Bea Cukai akan menjalankan mesin untuk mendeteksi penghitungan rokok secara otomatis yang di-link ke pusat," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KITA, Jumat (5/6/2026).

Purbaya menerangkan implementasi teknologi ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk mengeliminasi potensi hilangnya potensi penerimaan negara dari sektor cukai.

Baca Juga:
APBN Defisit 0,70 Persen hingga Mei 2026, Purbaya: Sangat Aman

Sistem baru tersebut dirancang tidak hanya untuk merekam data kuantitas produksi secara real-time, tetapi juga memiliki kapabilitas untuk mendeteksi berbagai modus pelanggaran administratif maupun fisik di lapangan.

"Nanti perhitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai, sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi, deteksinya cukup canggih. Termasuk salah peruntukan, salah personifikasi, itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem baru," ucap Purbaya.

Baca Juga:
Pemilik Tabungan di Atas Rp3 Miliar Wajib Beli Merah Putih dan Patriot Bonds? Ini Kata Purbaya

Modernisasi sistem pengawasan ini diharapkan dapat menjadi katalisator utama untuk menggenjot penerimaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 

Restrukturisasi ini dirasa mendesak mengingat performa setoran dari sektor kepabeanan dan cukai masih berjalan lambat hingga mendekati pertengahan tahun berjalan.

Adapun kinerja penerimaan Bea Cukai hingga Mei 2026 tercatat sebesar Rp123,8 triliun, atau hanya tumbuh tipis 0,7 persen bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk realisasi tersebut baru memenuhi sekitar 36,8 persen dari total target penerimaan kepabeanan dan cukai yang dipatok dalam APBN 2026, yakni sebesar Rp336 triliun.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alokasi CPO untuk B50 Diprediksi Naik 2 Juta KL dari Target Awal pada 2026
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kondisi Terbaru Legenda MU Sir Alex Ferguson Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Sempat Divonis Hidup cuma 20 Persen
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Surat Peralihan Status PPPK Paruh Waktu Terbit, Faisol Menentang Keras, Ada Apa?
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Cerita Kapolda Riau Dampingi Sang Ayah yang Alami Gangguan Penglihatan di Tanah Suci
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Ekspor CPO-Batu Bara Resmi Lewat PT DSI, Mendag Terbitkan 3 Aturan
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.