Perusahaan Dituntut Perkuat Keamanan Data di Era AI

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas di lingkungan bisnis mendorong perusahaan memperkuat pengelolaan data dan ketahanan siber. Organisasi kini dituntut tidak hanya mampu menyimpan dan melindungi data, tetapi juga memastikan informasi dapat dimanfaatkan secara aman, terkontrol, dan tetap tersedia ketika terjadi insiden keamanan.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam ajang tahunan Synology yang digelar bertepatan dengan Computex 2026 di Taipei, Taiwan. Perusahaan teknologi penyimpanan data itu memperkenalkan pengembangan terbaru pada platform pengelolaan data dan perlindungan informasi untuk segmen enterprise.

Baca Juga
  • Perusahaan Keamanan Siber Indonesia Kantongi Sertifikasi AI Global
  • Cyber University Siapkan Talenta Unggul Ahli Keamanan Siber
  • Kejahatan Siber Kian Marak, Masyarakat Harus Waspadai Phishing

Chairman dan CEO Synology, Philip Wong, mengatakan tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi sekadar mengadopsi AI, melainkan menjaga kendali atas data yang digunakan dalam proses tersebut.

"Adopsi AI di enterprise kini bukan lagi tantangan utama. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana organisasi tetap memiliki kendali penuh atas data mereka. Synology mengembangkan platform yang siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus menjaga agar data tetap berada dalam lingkungan yang aman, terkelola, dan berada dalam kendali organisasi," kata Philip Wong dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Synology, banyak perusahaan telah memiliki data internal yang bernilai tinggi. Namun, data tersebut kerap tersebar di berbagai sistem sehingga belum optimal dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas, otomatisasi, maupun pengambilan keputusan.

Di sisi lain, penggunaan layanan AI berbasis cloud juga memunculkan tantangan baru terkait privasi, tata kelola data, biaya operasional, hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Synology mengembangkan generasi terbaru DiskStation Manager (DSM) yang dirancang mendukung pemanfaatan AI secara privat di lingkungan lokal perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan organisasi membangun basis pengetahuan internal tanpa harus memindahkan data sensitif ke layanan eksternal.

"Dengan pendekatan ini, organisasi dapat membangun knowledge base privat dari data yang telah mereka miliki, sehingga AI dapat membantu mengolah informasi internal tanpa harus memindahkan data sensitif ke luar lingkungan perusahaan," ujar Philip.

Selain itu, Synology juga memperkenalkan pembaruan ActiveProtect Manager 2.0 yang memperluas perlindungan data ke berbagai platform cloud, hypervisor, dan layanan SaaS. Platform tersebut juga dilengkapi kemampuan deteksi ancaman berbasis AI.

Executive Vice President of Synology Data Protection Group, Jia-Yu Liu, mengatakan pendekatan perlindungan data kini mulai bergeser dari sekadar pemulihan setelah insiden menuju pencegahan yang lebih proaktif.

"Dengan kemampuan ini, perlindungan data dapat bergerak dari pendekatan pemulihan yang reaktif menuju pertahanan yang lebih proaktif," ujar Jia-Yu Liu.

Sementara itu, Executive Vice President of Synology NAS Group, Bie-i Chu, mengatakan organisasi membutuhkan sistem yang mampu mendukung pemanfaatan AI sekaligus memenuhi tuntutan tata kelola, keamanan, dan kepatuhan yang semakin kompleks.

“Platform ini memungkinkan organisasi menjalankan alur kerja AI secara privat, dengan tata kelola yang jelas, manajemen infrastruktur dalam skala besar, serta kontrol keamanan yang dibutuhkan tim IT untuk memenuhi tuntutan regulasi dan kepatuhan," ujar Bie-i Chu.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sony Siap Buka-Bukaan Soal Korupsi MBG, Legislator: Lebih Baik Dituangkan di BAP
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Usai Viral, Lagu Champions Speed Resmi Jadi Soundtrack Piala Dunia FIFA 2026
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Starting XI Timnas Indonesia Vs Oman: Rizky Ridho Kapten, Calvin Verdonk Cadangan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Studi Ungkap Ciri Pekerja Paling Rentan Derita Obesitas
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Sita Dolar AS, Dua Mobil Porsche Hingga Moge Harley Davidson
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.