JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan keterlambatan pengoperasian penuh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Senen Sentral, Jakarta Pusat, disebabkan persoalan administrasi dan komunikasi.
Menurut Pramono, masalah tersebut berkaitan dengan keterlibatan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam proses revitalisasi kawasan halte yang kini bernama Jaga Jakarta.
Baca juga: JPO Paledang Bogor Akan Dibongkar Juni 2026, Diganti Pelican Crossing
"Ya memang untuk Halte Senen ini pada waktu renovasi dilakukan menjadi 'Jaga Jakarta', itu ada kontribusi dari pemerintah pusat melalui PUPR. Jadi ini masalah administrasi saja," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Meski demikian, Pramono memastikan seluruh akses JPO Senen Sentral kini telah dibuka dan dapat digunakan masyarakat.
Ia mengaku telah memerintahkan agar seluruh bagian JPO mulai dioperasikan secara penuh sejak Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Ditutup karena Tidak Layak, JPO Paledang Bogor Akan Dibongkar Pertengahan Juni
"Saya sudah memerintahkan untuk mulai dari kemarin untuk dioperasionalkan secara menyeluruh dan sudah beroperasi," ujarnya.
Pramono berharap pengoperasian penuh JPO tersebut dapat mempermudah mobilitas warga, khususnya pejalan kaki dan pengguna transportasi umum di kawasan Pasar Senen.
"Mudah-mudahan memberi manfaat bagi masyarakat. Jadi, betul-betul masalah komunikasi saja," kata Pramono.
Sebelumnya, JPO Senen Sentral menjadi sorotan di media sosial karena hanya dapat diakses dari sisi bekas Bioskop Senen menuju Halte Transjakarta.
Baca juga: Warga Minta JPO Stasiun Bekasi Dilengkapi Lift untuk Akses Lansia-Ibu Hamil
Sementara itu, akses JPO di depan Pasar Senen belum dapat digunakan meskipun revitalisasi kawasan telah rampung sejak akhir 2025.
Kondisi tersebut membuat warga yang hendak menyeberang dari arah bekas Bioskop Senen menuju Pasar Senen, maupun sebaliknya, terpaksa melintas di jalan yang padat kendaraan.
Situasi itu memicu keluhan masyarakat karena dinilai menyulitkan pejalan kaki dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kini, setelah seluruh akses JPO dibuka, warga dapat menyeberang dengan lebih aman dan nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




