Perluas Akses Pasar Wisatawan Mancanegara, BCA Gandeng Industri Pariwisata Singapura dan Malaysia

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata mancanegara.

Perluas Akses Pasar Wisatawan Mancanegara, BCA Gandeng Industri Pariwisata Singapura dan Malaysia

IDXChannel – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bawah payung Bakti BCA mengajak pelaku industri pariwisata dari negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia, untuk memperluas akses pasar wisatawan mancanegara.

"Ini merupakan upaya Bakti BCA untuk memperluas akses pasar wisatawan mancanegara bagi Desa Bakti BCA sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis masyarakat," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga:
PHRI Pastikan Bali Tetap Aman dan Kondusif bagi Wisatawan

Dia menambahkan, BCA juga bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo). Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pengelola desa wisata dengan pelaku industri pariwisata mancanegara agar mereka dapat mengenal secara langsung potensi dan pengalaman wisata.

Salah satu desa wisata itu yakni Bukit Peramun di Belitung. Bukit Peramun menawarkan pengalaman yang berbeda mengingat Belitung didominasi oleh wisata pantai.

Baca Juga:
Soal Kuota Wisatawan TN Komodo hanya 1.000 Orang per hari, Menhut: Sudah Diinisiasi Sejak Lama

Bukit Peramun terus menunjukkan popularitas yang meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara dari 387 orang pada 2023 menjadi 485 orang pada 2025, serta wisatawan domestik dari 1.356 orang pada 2024 menjadi 1.648 orang pada 2025.

Baca Juga:
Libur Long Weekend, Monas Dibanjiri 4.009 Wisatawan Dalam dan Luar Negeri

Hera menjelaskan Bukit Peramun telah dikelola oleh masyarakat melalui Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) Arsel sejak 2006. Desa ini berkembang menjadi destinasi community-based tourism yang mendapat pengakuan nasional, termasuk penghargaan Green Gold ISTA 2019 dan predikat Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia dari MURI pada 2023.

“Dengan menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, kami percaya desa ini memiliki potensi tinggi di pasar internasional apabila didukung dengan akses dan promosi yang tepat," kata Hera.

Baca Juga:
Ancol (PJAA) Bidik 100.000 Kunjungan Wisatawan saat Libur Panjang Iduladha

Melalui program ini, kata dia, dapat membuka peluang kolaborasi yang mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan.

"Kehadiran pelaku industri pariwisata dari Singapura dan Malaysia dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk membuka peluang pasar baru dan memperkuat posisi Bukit Peramun sebagai destinasi ekowisata unggulan Indonesia di kancah global," kata Hera.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atraksi udara Jupiter Aerobatic Team TNI AU pukau warga Banjarbaru
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
OJK Dukung Implementasi DHE SDA, Dana Ekspor Bisa Dijadikan Agunan Tunai
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Lahan Terbatas, Pemprov DKI Terapkan Strategi Baru Tata Ruang Terbuka Hijau
• 36 menit lalukatadata.co.id
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 563, Hari Ini Jumat 5 Juni Mei 2026: Rahasia Aqeela Terancam Terbongkar, Fattah Pilih Menjauh
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Profil Grup D Piala Dunia 2026: Jalur Terjal Tuan Rumah AS
• 23 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.