Menag Tegaskan Pesantren Tak Cukup Cetak Kiai Karismatik Saja, Sosok Ini Perlu Diteladani agar Lebih Profesional

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren perlu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga cakap dalam mengelola organisasi dan menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui bedah buku tentang KH. Abdul Wahab Hasbullah, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh penggerak NKRI, di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Menag, pesantren memiliki karakteristik keilmuan yang berbeda dari lembaga pendidikan lainnya. Karena itu, penguatan Direktorat Jenderal Pesantren harus difokuskan pada penguatan identitas, tradisi intelektual, dan keunggulan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

"Pesantren memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang khas. Keunggulan itu harus terus diperkuat agar pesantren mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan yang dikutip Jumat (5/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin mengangkat sosok KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai teladan kepemimpinan pesantren yang mampu menyatukan visi besar dengan kemampuan manajerial yang efektif.

Menurutnya, KH. Wahab Hasbullah tidak hanya dikenal sebagai tokoh pergerakan yang berpengaruh, tetapi juga sosok yang berhasil membangun dan mengelola organisasi secara profesional.

"Pesantren ke depan tidak cukup hanya melahirkan figur pemimpin yang kharismatik. Pesantren juga harus melahirkan pengelola yang profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan lembaga," tegasnya.

Menag juga mencontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai figur yang mampu memadukan kepemimpinan dan kemampuan manajemen dalam satu pribadi. Model tersebut dinilai relevan untuk menjadi inspirasi dalam pengembangan pesantren di Indonesia.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi nasionalisme yang telah lama tumbuh di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus membentuk karakter kebangsaan masyarakat.

"Pesantren sejak awal telah membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan komitmen kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam membangun Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menjelaskan bahwa kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran pesantren sekaligus menghidupkan kembali warisan pemikiran para ulama pendiri bangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BSI Tebar Dividen 20 Persen dari Laba 2025, Total Rp1,51 Triliun
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Studi: Gelombang Panas di India Berisiko Sebabkan 3.400 Kematian per Hari
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan yang Bisa Membuat Lebih Dipercaya di Lingkungan Kerja
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kontribusi PDB Kehutanan Jatim Terbesar Kedua Secara Nasional
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Penumpang KRL yang Diinjak dan Dijambak Tak Lapor Polisi, Harap Pelaku Tak Berkeliaran Lagi
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.