Viral Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara, 8 Orang Luka

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
Viral Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara, 8 Orang LukaNasional | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 16:19

LAMPUNG UTARA, iNews.id – Video sejumlah oknum anggota TNI terlibat bentrok dengan sekelompok warga di kawasan objek wisata Bendungan Way Rarem, Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, viral di media sosial. Insiden adu fisik tersebut diduga dipicu kesalahpahaman.

Dalam rekaman video amatir yang viral tersebut, tampak aksi saling kejar dan adu jotos di area bendungan yang spontan memicu kepanikan serta perhatian warga yang berada di lokasi kejadian. 

Meskipun sempat memanas dan mengakibatkan sejumlah remaja mengalami luka-luka, konflik tersebut kini berhasil diredam secara kondusif.

Informasi yang berhasil dihimpun, kronologi kejadian bermula pada Kamis (4/6/2026). Saat itu, sejumlah personel TNI sedang berada di kawasan Bendungan Way Rarem dalam rangka menjalankan tugas persiapan penguatan satuan brigade yang akan ditempatkan di wilayah tersebut, sekaligus melakukan aksi kerja bakti pembersihan tanaman eceng gondok yang memenuhi area bendungan. Namun, di sela-sela aktivitas tersebut, gesekan fisik dengan warga lokal justru pecah. 

Baca Juga:Usai Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap: Sumpah Demi Allah Tak Tahu soal Pemerasan

Akibat bentrokan itu, delapan remaja mengalami luka ringan, mayoritas pada bagian kepala. Seluruh korban luka pun langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat. 

Merespons cepat situasi yang berpotensi melebar, Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0412 Lampung Utara, Letkol Infanteri Roni Faturohman, langsung turun tangan pada malam harinya untuk memimpin proses mediasi darurat. 

Pertemuan rekonsiliasi yang digelar secara tertutup tersebut turut dihadiri oleh pihak keluarga korban, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta unsur forkopimda terkait. 

Tokoh adat sekaligus tokoh masyarakat Desa Pekurun, Hi Hanafi yang bergelar Tuan Suttan Rajo Pengeran, menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas insiden memilukan tersebut. 

Dia mengingatkan bahwa Bendungan Way Rarem selama ini dikenal sebagai ruang publik yang aman dan menjadi tempat favorit warga untuk bersantai bersama keluarga.

Baca Juga:Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak, TNI AD Akui Ada Keterlibatan Anggotanya

Hanafi menilai, apabila memang terdapat perilaku atau tindakan dari para remaja setempat yang dirasa kurang pas atau melanggar norma di lokasi tersebut, aparat seharusnya mengedepankan tindakan persuasif. 

"Penyelesaiannya seharusnya dilakukan melalui pendekatan persuasif dan dialog yang baik dari hati ke hati, bukan justru langsung direspons dengan tindakan kekerasan fisik," kata Hanafi saat memberikan keterangan.

Pasca-mediasi panjang yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan jajaran TNI, kedua belah pihak akhirnya legawa dan sepakat untuk melupakan ego masing-masing dengan menempuh jalur perdamaian. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Kembali Bombardir Gaza, 11 Orang Tewas
• 4 jam laludetik.com
thumb
KPK: Jatah Silmy Karim Sekitar Rp 100 Juta per Minggu, Dibagikan Tiap Jumat
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Begini Alur Pemerasan Izin Tinggal WNA oleh Silmy Karim dan Pejabat Kementerian Imipas
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Duga Negara Rugi Hampir Rp2 Triliun Akibat Pengadaan Notifikasi BRI dan Telkom
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Profil Bang Chan Stray Kids, Leader Multitalenta yang Berperan Besar di Balik Kesuksesan Grupnya di K-Pop
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.