India Bakal Hapus Pajak dan Batas Kepemilikan Obligasi demi Tarik Modal Asing

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

India bakal menghapus pajak dan mencabut batasan kepemilikan atas sejumlah obligasi pemerintah bagi investor asing untuk menarik modal asing dan menstabilkan mata uang rupee, yang tengah dalam tekanan karena tingginya harga energi dan arus keluar pasar ekuitas.

Menurut lembaran resmi pemerintah pada Jumat (5/6), pemerintah membebaskan investor institusional asing dari pajak atas pendapatan bunga surat berharga pemerintah, serta keuntungan modal apa pun yang timbul dari penjualan, pertukaran, atau pengalihan surat berharga pemerintah. Perintah penghapusan pungutan atas bunga dan keuntungan modal yang diperoleh akan berlaku surut (retrospektif) mulai 1 April 2026.

"Ini akan memastikan arus modal asing yang stabil berkelanjutan dan sabar, serta investor jangka panjang seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan dana kekayaan negara," kata pemerintah dalam pernyataan terpisah, dikutip dari Bloomberg.

Secara terpisah, Bank Sentral India juga menetapkan sejumlah surat berharga pemerintah jangka panjang dalam skema Fully Accessible Route (FAR), memungkinkan investor asing untuk membelinya tanpa batasan. Gubernur Bank Sentral India, Sanjay Malhotra, mengatakan perluasan cakupan surat berharga pemerintah yang ditentukan di bawah jalur akses penuh akan menarik modal asing.

Meningkatnya harga energi yang disebabkan perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz telah meningkatkan tagihan impor India. Tak hanya itu, arus keluar investor asing dari pasar saham turut menambah tekanan pada rupee. Pelemahan mata uang mendorong Perdana Menteri Narendra Modi mendesak masyarakat agar menghemat devisa dengan cara menghemat penggunaan bahan bakar, menunda perjalanan luar negeri, serta menunda pembelian emas.

Pemerintah berharap arus yang lebih kuat dapat membantu membiaya defisit transaksi berjalan yang semakin melebar dan mengurangi tekanan pada neraca pembayaran.

Pemerintah juga mengumumkan rencana untuk memperbolehkan individu yang tinggal di luar India untuk berinvestasi di saham-saham perusahaan India yang terdaftar melalui skema investasi portofolio. Bloomberg News pada Kamis (4/6) kemarin melaporkan seluruh langkah tengah dipertimbangkan oleh pemerintah dan bank sentral.

Investor asing telah menarik lebih dari USD 26 miliar tahun ini, sehingga investasi ekuitas bersih kumulatif mencapai titik terendah dalam hampir satu dekade. Indeks acuan Nifty 50 turun sekitar 10 persen sepanjang tahun ini, memperpanjang kinerja buruknya yang mendorong India keluar dari lima pasar saham teratas dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemunculan Harimau di Kerinci, Warga Diimbau Tidak Berladang Sendirian
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Panas Bumi Jadi Harapan di Tengah Tantangan Transisi Energi
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Daging Dam Jemaah Haji 2026 Diserahkan ke Konsul Jenderal Palestina di Jeddah
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Gus Ipul di Jambi: Data Akurat Kunci Sukses Program Sekolah Rakyat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Daihatsu Respons Mitra Diler Asco yang Tutup Operasional Juni 2026
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.