Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal penyerapan produksi telur peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak yang saat ini mengalami penurunan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk turun langsung memantau kondisi peternak telur di Blitar.
“Kami hadir di Blitar mendengar sekaligus bersama-sama pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah solusi,” kata Maino.
Kesepakatan Harga dan Penyerapan TelurMaino menjelaskan Bapanas bersama Pemerintah Kabupaten Blitar, mitra SPPG, serta asosiasi dan koperasi peternak telah menyepakati sejumlah langkah untuk membantu peternak telur rakyat.
Mitra SPPG di Kabupaten Blitar sepakat menggunakan menu telur dalam Program MBG minimal dua kali setiap pekan.
Asosiasi dan koperasi peternak telur juga bersedia memasok serta mengantarkan telur ke dapur SPPG sesuai standar kualitas yang telah ditentukan.
Selain itu, kedua pihak menyepakati transaksi jual beli telur dengan harga Rp24.000 per kilogram yang akan dinaikkan secara bertahap mengikuti Harga Acuan Pemerintah (HAP).
“Kesepakatan bersama ini dapat diperbaiki sewaktu-waktu,” jelas Maino.
Ia mengungkapkan harga telur di tingkat peternak Blitar saat ini berada di kisaran Rp21.000 per kilogram sehingga kesepakatan harga baru diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi pasar.
“Harga telur hari ini di peternak Blitar Rp21.000 per kg. Tadi kita sepakat untuk sementara dibeli Rp24.000 per kg. Jadi peternak mengantar ke SPPG. Harapannya ini akan menaikkan harga di pasar,” ujarnya.
Dukungan untuk Peternak dan Program MBGSebagai tindak lanjut, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar akan memetakan kebutuhan 117 SPPG aktif dengan 17 asosiasi dan koperasi peternak telur yang tersedia di wilayah tersebut.
Maino berharap langkah tersebut mampu memperbaiki harga telur tidak hanya di Blitar tetapi juga di Jawa Timur secara umum.
“Paling tidak, ini secara psikologis nanti akan menular ke pasar. Mudah-mudahan harga telur di Blitar khususnya dan secara Jawa Timur umumnya ini bisa mulai membaik,” ungkapnya.
Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menilai penyerapan telur oleh SPPG akan memberikan manfaat ganda bagi pemenuhan gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Setiap butir yang terserap SPPG tidak hanya menjadi sumber gizi bagi anak-anak kita, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi peternak dan masyarakat Kabupaten Blitar,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana menegaskan arahan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang agar pembelian telur dilakukan langsung dari peternak untuk menjaga stabilitas harga.
“Ibu Nanik sebagai Kepala Badan menyampaikan (agar) kita langsung beli saja ke peternak dulu, biar harganya stabil dulu, biar nanti rantai pasoknya itu, biar stabil lagi,” ujarnya.




