JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membongkar keberadaan gudang kosmetik impor ilegal asal China di Kabupaten Tangerang, Banten. Gudang tersebut menjadi lokasi penyimpanan ribuan kosmetik impor ilegal dan yang mengandung berbagai bahan berbahaya.
“Hari ini kita temukan Gudang Kosmetik Impor Ilegal. Jumlahnya tentu sangat besar, sehingga di tempat ini sangat jelas terlihat gudang penyimpanan kosmetik impor yang ilegal, yang tidak memiliki izin, tidak memiliki bahan kandungan, dan isi dari semuanya ini kita tidak tahu apa isinya,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar selama konferensi pers di lokasi, Jumat (5/6/2026).
Ia mengungkapkan berdasarkan hasil temuan secara keseluruhan, ada sekitar 956 item dengan jumlah mencapai 2.082.039 pieces. Dari jumlah keseluruhan kosmetik tersebut, nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp27,6 miliar.
“Estimasi nilai ekonomi sebesar Rp27,6 miliar. Temuan ini didominasi oleh produk kategori dekoratif atau rias wajah yang merupakan kosmetik impor berasal dari Tiongkok,” ucap dia.
Taruna menuturkan, dari jumlah tersebut, 890 di antaranya merupakan kosmetik tanpa izin edar yang ditemukan di gudang dengan jumlah mencapai 1.818.245 pieces.
“Kosmetik tanpa izin edar sebanyak 890 item, jumlahnya adalah 1.818.245 pieces. Dengan nilai ekonomi risiko kerugian masyarakat diperkirakan dalam bentuk materi yaitu Rp22,1 mIiar,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam hal ini terdapat risiko kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp5,5 miliar akibat aktivitas impor ilegal dari ribuan kosmetik tersebut.
“Jadi jalur tidak resmi, ilegal, berarti dia tidak bayar pajak, dia tidak bayar macam-macam, nilai keekonomian risiko kerugiannya negara yaitu Rp5,5 mIiar,” tambah dia.




