Open House di Jambi, Gus Ipul Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Sekolah Rakyat

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAMBI, DISWAY.ID-- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bertumpu pada fondasi yang kuat, yakni data yang akurat dan penetapan sasaran yang tepat. 

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 5 Jambi, yang dihadiri oleh orang tua dan calon siswa tahun ajaran 2026/2027.

BACA JUGA:Dishub DKI Jakarta Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Kawasan GBK 6-7 Juni 2026 Imbas Konser EXO dan Raisa

Setibanya di tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Gus Ipul disambut dengan parade barisan, tarian Sekapur Sirih, penampilan pidato tiga bahasa (Inggris, Arab, dan Jepang), serta paduan suara dari siswa-siswi SRMA 5 Jambi, yang mencerminkan semangat dan kepercayaan diri peserta didik.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan peran negara melalui Sekolah Rakyat dalam menjangkau kelompok yang selama ini luput dari sistem pendidikan formal.

“Ini sebagai contoh bagaimana anak-anak diafirmasi oleh Bapak Presiden, diberi kesempatan. Dari yang tidak bisa membaca, belum bisa menulis, di usia 15 tahun dibimbing, didampingi, ya seperti ini,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA:Makna Logo dan Tema HUT ke-499 Jakarta 2026, Semangat Baru Menuju 5 Abad!

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Sekolah Rakyat dirancang fleksibel melalui sistem multi entry dan multi exit, disertai pendampingan intensif serta percepatan pembelajaran yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

“Di Sekolah Rakyat memang multi entry, multi exit. Kapan saja bisa masuk, kapan saja bisa lulus. Ada pendampingan khusus, ada percepatan, sesuai dengan talentnya, sesuai minat dan bakatnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan intervensi berbasis data yang menyasar keluarga tidak mampu agar anak-anak mereka memperoleh akses pendidikan berkualitas.

“Keluarga-keluarga tidak mampu di mana putra-putrinya diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Sekolah rakyat, sekolah berasrama, dididik selama 24 jam, disertai dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung,” jelasnya.

BACA JUGA:John Herdman Ungkap Kriteria Seleksi Timnas Indonesia: Bukan Cuma Tiga Laga Terakhir

Program Sekolah Rakyat sendiri telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia sejak 14 Juli 2025 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

“Sekarang siswa Sekolah Rakyat hampir 15 ribu seluruh Indonesia. Tahun ini kita terima 32 ribu. Berarti tahun ini sudah ada 45 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun depan 100 ribu lebih, dan tahun 2029 insyaallah sudah lebih dari 400 ribu siswa,” paparnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua siswa tampil mewakili capaian program, yakni Eri Gunawan Putra dari Kota Jambi dan Pelia Wati dari Kabupaten Merangin. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rasmus Hojlund Ucapkan Selamat Tinggal untuk Manchester United
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Rekomendasi Drakor Bertema Keluarga yang Menghangatkan Hati, Ada yang Dibintangi Lee Hyeri
• 23 jam lalugrid.id
thumb
DKI Siapkan Rekayasa Lalin di GBK saat Konser EXO dan Raisa Pekan Ini
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Riau Buru Pengedar Sabu di Kampung Narkoba
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Remaja di Makassar Pesta Miras lalu Serang Permukiman Warga demi Konten, 3 Ditangkap
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.