Bea Cukai Tinjau Pemanfaatan Fasilitas Kepabeanan di KEK Gresik JIIPE

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) pemanfaatan fasilitas kepabeanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pada Selasa (2/6).

Monev itu bertujuan untuk memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan mampu dimanfaatkan sesuai ketentuan sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan industri nasional.

BACA JUGA: Kantongi NPPBKC dari Bea Cukai, Produsen Rokok Asal Probolinggo Ini Siap Tancap Gas

Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Susila Brata mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat PMK Nomor 237/PMK.010/2020 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 33/PMK.010/2021, terkait evaluasi berkala terhadap pemanfaatan fasilitas di kawasan ekonomi khusus.

Dalam pelaksanaannya, tim Bea Cukai melakukan kunjungan lapangan ke PT Freeport Indonesia dan PT Hailiang Nova Material Indonesia.

BACA JUGA: Bea Cukai Tanjung Priok Jamin Kelancaran Arus Logistik Nasional, Bukti Komitmen Layanan 24/7

Kunjungan tersebut mencakup pemaparan proses bisnis perusahaan, diskusi dengan manajemen, serta peninjauan langsung terhadap kegiatan operasional dan implementasi fasilitas kepabeanan di area produksi.

Selain itu, tim juga meninjau kawasan KEK Gresik secara menyeluruh, termasuk sistem autogate yang mendukung pengawasan dan pelayanan kepabeanan berbasis teknologi.

BACA JUGA: Bea Cukai Kenalkan Proses Ekspor-Impor dan Pengawasan Kepabeanan kepada Mahasiswa

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pelayanan dan pengawasan berjalan efektif serta mendukung kelancaran arus barang di kawasan.

“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan fasilitas kepabeanan dimanfaatkan sesuai ketentuan sekaligus mendengar langsung aspirasi pelaku usaha. Masukan yang kami terima akan menjadi bahan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan regulasi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan industri,” ujar Rusman.

Dia menegaskan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat guna menciptakan kepastian layanan, transparansi, dan iklim investasi yang kondusif.

Dia berharap KEK Gresik dapat terus berkembang sebagai kawasan industri strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tingkatkan Literasi Kepabeanan, Bea Cukai Yogyakarta Edukasi Pelajar dan Mahasiswa


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Pelemahan Rupiah, Industri Farmasi Dongkrak Ekspor
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Menteri Purbaya Bantah Kabar Pengunduran Diri, Sebut Informasi Dipelintir hingga Ganggu Pasar
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Dinkes Malang Cek Kesehatan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
358 Jemaah Haji Kloter 02 Asal Banjar Tiba di Tanah Air
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
812 Senjata Api Rakitan Diamankan di Adonara, Pemulihan Konflik Sosial Belum Tuntas
• 14 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.