jpnn.com, SORONG - PNM hadir mendekatkan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera, termasuk hingga ke Pulau Arar, Papua Barat Daya.
Salah satu kisah itu datang dari Ibu Ragaia Sosir, nasabah PNM Mekaar sejak 2021.
BACA JUGA: Begini Kisah Perjuangan Bu Ila Bersama PNM Mekaar
Dari pesisir Papua, dia membangun harapan sederhana untuk keluarganya dengan menyekolahkan anak dan merenovasi rumah agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak.
Perjalanannya tidak selalu mudah, namun semangat untuk memperbaiki kehidupan keluarga membuatnya terus berusaha.
BACA JUGA: Berpartisipasi Aktif di IGS 2026, Jamkrindo Dukung Penguatan & Pemurnian Industri Penjaminan oleh OJK
Perlahan, dari pembiayaan dan pendampingan yang diterima, Ibu Ragaia mulai menata kembali kebutuhan rumahnya, mulai dari kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian-bagian rumah lain yang dibangun sedikit demi sedikit.
Dalam perjalanannya, Ragaia tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Mekaar.
BACA JUGA: Pangkas Waktu Perbaikan Jalan, SIG Hadirkan Inovasi Beton Cepat Kering
Dia kemudian melihat peluang lain dari keterbatasan akses layanan keuangan di wilayahnya. Karena masyarakat sekitar harus menyeberang pulau untuk mendapatkan layanan keuangan yang lebih modern, dia memilih menjadi agen BRILink.
Keputusan itu lahir dari pengamatan sederhana atas kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi peluang usaha yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan tempat tinggalnya.
“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ragaia Sosir.
Kisah Ragaia menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil di wilayah paling jauh, ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan keberanian untuk memulai dapat bertemu.
Melalui PNM Mekaar, Ibu Ragaia juga mengajak perempuan di sekitarnya untuk berani mengikuti jejak serupa, memperbaiki usaha, menata rumah, dan membangun masa depan keluarga secara bertahap.
Ragaia menjadi satu dari 22,9 juta masyarakat Indonesia yang telah memperoleh layanan PNM, sebuah bukti bahwa pemberdayaan tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau pesisir, pulau-pulau kecil, dan pelosok negeri.(adv/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




