Bisnis.com, BALIKPAPAN — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menggelar rangkaian kunjungan kerja di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis hingga Jumat, 4—5 Juni 2026.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 123 satuan pendidikan dari tiga wilayah, yaitu Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara resmi menerima program revitalisasi dari Kemendikdasmen.
Puncak agenda berlangsung di halaman Balikpapan Sport and Convention Center (Dome Balikpapan) pada Jumat pagi, di mana ribuan murid dan guru tumpah ruah mengikuti gelaran Pagi Ceria bertajuk Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 sekaligus Pemberian Simbolis Revitalisasi Tahun 2026. Tak kurang dari 4.000 peserta senam hadir memadati venue.
"Alhamdulillah tadi kita ada empat kegiatan pertama kita kegiatan pagi ceria yang merupakan kebijakan Kementerian, dan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat Nasionalisme, Senam Indonesia Hebat agar anak-anak terbiasa dengan kegiatan fisik yang sehat dan berdoa untuk kekuatan spiritual," ujarnya dihadapan awak media, Jumat (5/6/2026).
Dari 123 satuan pendidikan penerima manfaat, sebanyak 102 lembaga menerima revitalisasi tahun 2025 yang meliputi 3 PAUD, 37 SD, 24 SMP, 16 SMA, 17 SMK, 4 SLB, dan 1 PKBM.
Adapun 21 lembaga lainnya mendapat alokasi revitalisasi tahun 2026, terdiri dari 5 PAUD, 4 SD, 5 SMP, 5 SMA, dan 2 SKB.
"Alhamdulillah tahun 2025 di Kaltim sudah selesai 100%, untuk tahun 2026 insyaallah kita sudah mulai sebagaiannya tadi juga ada kegiatan menggembirakan anak-anak yang membuat semangat untuk semuanya menyukseskan program Pak Presiden gerakan hidup yang Asri Aman Sehat Resik dan Indah terutama harapannya di lingkungan sekolah," ungkapnya.
Secara nasional, dia menyebutkan anggaran untuk tahun 2026 yang sudah mulai dilaksanakan mencapai 11.744 sekolah dengan anggaran Rp 14 Triliun.
"Sedang kita ajukan Insyaallah segera disetujui oleh Kementerian Keuangan dan Komisi X DPR RI itu ada tambahan 60.000 satuan Pendidikan. Untuk semuanya dapat kita terima dan tahun ini akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan," sebutnya.
Mu'ti melanjutkan revitalisasi yang digelar bervariasi antara satu sekolah dengan sekolah yang lain, tergantung dengan pengajuan masing-masing sekolah.
"Ada yang memang perbaikan sekolah yang rusak berat, ada juga tambah ruang kelas Lab dan sebagainya. Tetapi untuk 2026 kita memprioritaskan untuk revitalisasi itu pertama di Sekolah yang terdampak bencana alam, terutama yang di Sumatera dan daerah lain di Indonesia, ke dua sekolah daerah 3T dan ketiga sekolah yang rusak berat dan segera diperbaiki. Itu yang masuk prioritas yang diperbaiki," tegasnya.
Kemudian, dia menandatangani tujuh mockup prasasti program 2025 sebagai bentuk legalisasi simbolis, sementara lima mockup prasasti 2026 diserahkan kepada perwakilan masing-masing jenjang. Salah satu penerima yang mencuri perhatian adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah.
Lembaga pendidikan nonformal yang selama ini bernaung di bangunan warisan tahun 1960-an yang ditambal sulam itu akhirnya mendapat suntikan revitalisasi senilai Rp1,16 miliar, sekaligus menjadikannya penerima revitalisasi terbesar di Kota Balikpapan.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru beserta pengadaan mebel guru dan murid.
Agenda kunjungan tidak berhenti di situ. Masih di hari yang sama, Mendikdasmen bertolak ke SMAN 8 Balikpapan untuk menghadiri Launching Kader Lingkungan 'Aisyiyah dan aksi penanaman 2.026 pohon mangrove dalam rangka memperingati Milad 'Aisyiyah ke-109, serta penandatanganan deklarasi gerakan Indonesia ASRI.
Adapun pada malam sebelumnya, Kamis (4/6), Mandikdasmen menyempatkan diri menjalin silaturahmi dengan para pemangku kepentingan daerah yang dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan, kepala dinas pendidikan dari tingkat provinsi dan kota, para kepala UPT Kemendikdasmen di wilayah Kaltim, serta perwakilan Muhammadiyah Kalimantan Timur guna membuka ruang koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Bumi Etam.





