LAMONGAN -Warga Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan adanya dugaan pembuangan limbah dari sejumlah pabrik pengolahan ikan ke muara laut di wilayah setempat.
Aktivitas pembuangan limbah tersebut disebut-sebut kerap terjadi mulai pukul 16.00 WIB hingga tengah malam, sehingga menimbulkan bau menyengat yang dirasakan masyarakat sekitar.
Baca juga: Dikenal Religius dan Ramah, Sukiman Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Salah seorang warga, Anun, mengaku banyak warga terdampak akibat bau yang ditimbulkan. Selain itu, nelayan yang beraktivitas di sekitar muara juga mengeluhkan gangguan kesehatan dan berkurangnya hasil tangkapan.
"Banyak masyarakat di sekitar sini merasakan bau yang sangat kuat. Nelayan yang berada di pinggiran juga sering mengalami gatal-gatal pada kulit akibat kondisi air. Selain itu, ekosistem seperti kepiting sekarang semakin berkurang sehingga nelayan kesulitan mencari nafkah," ujar Anun kepada awak media.
Menurutnya, bau menyengat biasanya tercium saat menjelang magrib hingga tengah malam. Bahkan, kondisi air di sekitar muara terlihat berubah warna.
"Kalau dari jembatan bisa dilihat sendiri, airnya tampak putih di sebagian area. Baunya sangat kuat, terutama saat magrib dan malam hari," tambahnya.
Anun berharap perusahaan pengolahan ikan yang membuang limbah tidak sesuai prosedur dapat bertanggung jawab dan memperbaiki sistem pengelolaan limbahnya.
"Kalau pabrik seharusnya memiliki tempat pengolahan limbah sendiri, jangan dibuang sembarangan. Dampaknya tidak baik bagi masyarakat dan lingkungan. Jangan sampai hanya mencari keuntungan tetapi mengabaikan dampak yang ditimbulkan," tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Sekretaris Rukun Nelayan (RN) Brondong, Fatkhur. Ia mengaku telah menerima sejumlah laporan dari nelayan terkait dugaan pembuangan limbah ke aliran sungai yang bermuara ke laut
"Dari laporan yang kami terima, memang ada dugaan limbah yang dibuang ke kali. Dampaknya cukup besar, mulai dari berkurangnya biota laut seperti kepiting dan rajungan hingga keluhan gatal-gatal yang dialami nelayan," kata Fatkhur.
Baca juga: Wali Murid dan Guru SDN Tambakrigadung 2 Lamongan Mengeluhkan Bau tidak Sedap Menu MBG
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan pabrik mana yang bertanggung jawab atas pembuangan limbah tersebut karena terdapat beberapa saluran pembuangan yang ditemukan warga.
"Kami menemukan beberapa pipa pembuangan dengan kondisi air yang berubah warna menjadi putih. Banyak nelayan mengeluhkan gatal-gatal setelah beraktivitas di sekitar lokasi tersebut," ujarnya.
Fatkhur berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di sekitar Sedayu Lawas dapat bertanggung jawab dan mematuhi aturan pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Dinas Pendidikan Lamongan Buat Acara Tasyakuran dan Makan bersama pada Jam Kerja
"Pabrik harus memastikan limbah yang dibuang telah memenuhi baku mutu lingkungan dan tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Jangan sampai limbah berbahaya dibuang sembarangan karena dapat mengancam kesehatan masyarakat dan mata pencaharian nelayan," tegasnya.
Saat ini, warga Sedayu Lawas bersama perwakilan Rukun Nelayan Brondong masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pabrik di sekitar wilayah tersebut guna memperoleh kejelasan terkait dugaan pembuangan limbah ke muara laut.
Reporter: M.Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi





