Bisnis.com, JAKARTA — Jaringan dealer Toyota terbesar di Indonesia, Auto2000, mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah tekanan yang membayangi industri otomotif nasional.
Tantangan tersebut datang dari melemahnya daya beli masyarakat, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga penyusutan jaringan dealer beberapa merek otomotif Jepang.
Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan prospek industri otomotif Indonesia dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan, meskipun kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, potensi pertumbuhan tetap terbuka seiring besarnya pasar domestik dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
"Kami tidak bisa mengomentari merek atau dealer lain. Namun, dari perspektif Auto2000, kami masih melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial dalam jangka panjang," ujar Anton saat ditemui, dikutip Jumat (5/6/2026).
Saat ini, Auto2000 mengelola 128 cabang yang sebagian besar tersebar di Pulau Jawa. Kendati demikian, perseroan mulai mencermati peluang pengembangan jaringan di sejumlah wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, serta kawasan yang ditopang pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri yang relatif kuat.
Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), Anton menilai terdapat peluang bagi daerah-daerah yang memiliki basis ekspor yang kuat. Peningkatan pendapatan dari sektor ekspor dinilai berpotensi mendorong daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
“Bahkan, kenaikan dolar AS juga bisa menjadi peluang bagi daerah-daerah yang memiliki aktivitas ekspor kuat. Ketika pendapatan dari ekspor meningkat, daya beli masyarakat di wilayah tersebut juga berpotensi meningkat,” jelasnya.
Selain memperluas jaringan secara selektif, Auto2000 juga memperkuat lini layanan purnajual. Strategi ini ditempuh seiring meningkatnya tren konsumen yang mempertahankan kendaraan dalam periode lebih panjang dibandingkan sebelumnya, sehingga kebutuhan servis dan perawatan kendaraan ikut bertambah.
“Kami tidak hanya mengandalkan penjualan mobil baru. Salah satu fokus utama kami saat ini adalah layanan purnajual atau servis. Saat ini banyak pengguna yang mempertahankan kendaraan lebih dari 5 tahun, sehingga kebutuhan servis meningkat,” ujar Anton.
Perseroan juga berupaya menjaga kedekatan dengan pelanggan melalui berbagai aktivitas otomotif, termasuk dukungan terhadap GR Garage Auto2000 Racing Team (GRT) yang kembali berlaga pada Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 dan Agya One Make Race (OMR) 2026. Seluruh seri balap tersebut akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026.
Langkah Auto2000 tersebut dilakukan di tengah perubahan lanskap jaringan distribusi otomotif nasional. Salah satu contohnya terjadi pada Daihatsu setelah mitra dealernya, Asco Automotive, menghentikan kerja sama.
Asco Automotive dan menutup 11 dealer Daihatsu yang tersebar di Jakarta, Bekasi, hingga sejumlah kota di Jawa Timur. Informasi penghentian kemitraan itu sebelumnya diumumkan melalui media sosial dan berlaku efektif per 1 Juni 2026.





