Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Provinsi Maluku untuk mengoptimalkan potensi kemaritiman sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi bersama Gubernur Maluku dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku serta Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Kamis 4 Juni 2026.
Advertisement
Menurut Ribka, kekayaan sumber daya laut yang dimiliki Maluku merupakan modal strategis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Wilayah ini saya lihat dari sisi maritimnya sangat menjanjikan prospeknya, baik yang ada di atas laut maupun di bawahnya seperti ikan, mutiara dan lain-lain, sehingga pengelolaannya harus lebih baik supaya bisa ada pendapatan lebih baik lagi," kata dia, dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Ribka menjelaskan, sektor kemaritiman memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pengelolaan sumber daya kelautan yang optimal tercatat menyumbang lebih dari 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Karena itu, Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor tersebut secara berkelanjutan.
Ribka juga menyoroti sejumlah capaian ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif. Kabupaten Maluku Barat Daya, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2025 sebesar 12,41 persen, sedangkan Kota Ambon tumbuh 5,71 persen, melampaui rata-rata nasional.
Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa potensi ekonomi Maluku dapat terus dikembangkan melalui penguatan sektor-sektor unggulan, khususnya kemaritiman.




