Indonesia Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Afrika Sub-Sahara untuk Perluas Perdagangan dan Investasi

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara di kawasan Afrika Sub-Sahara untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar dan penguatan ketahanan perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan komitmen tersebut dalam acara Strategic Discussion on Trade Cooperation of Indonesia and Sub-Saharan Africa Countries yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Roro, Afrika memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan sekaligus menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan kerja sama perdagangan dan investasi jangka panjang.

"Di tengah ketidakpastian global, penguatan hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika merupakan langkah strategis untuk membangun ketahanan bersama," ungkap Roro.

Indonesia memandang Afrika bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang memiliki visi serupa dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Kinerja Perdagangan dan Potensi Pasar Afrika

Diskusi strategis tersebut dihadiri para duta besar dan perwakilan negara-negara Afrika Sub-Sahara, antara lain Ethiopia, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan, Rwanda, Zimbabwe, Angola, Nigeria, Tanzania, dan Somalia.

Roro menjelaskan kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan tren yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, total nilai perdagangan Indonesia secara global mencapai 524,8 miliar dolar AS.

Nilai tersebut meningkat sekitar 22,6 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Capaian itu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan perdagangan ke berbagai kawasan potensial, termasuk Afrika.

Saat ini nilai perdagangan Indonesia dengan kawasan Afrika mencapai sekitar 18,5 miliar dolar AS atau setara sekitar 3,5 persen dari total perdagangan nasional.

Meski kontribusinya masih relatif kecil, pemerintah menilai potensi pengembangan perdagangan dengan Afrika sangat besar.

Pertumbuhan ekonomi kawasan Afrika Sub-Sahara diproyeksikan berada pada kisaran 4 hingga 4,5 persen pada 2026.

Pertumbuhan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi produk dan investasi Indonesia di berbagai sektor.

Sektor pangan, kesehatan, energi, dan infrastruktur menjadi bidang yang dinilai memiliki peluang kerja sama besar.

Produk unggulan Indonesia seperti minyak sawit, kertas, makanan olahan, serta berbagai barang konsumsi lainnya juga berpeluang memperluas pangsa pasar di kawasan tersebut.

Tiga Strategi dan Dukungan Kerja Sama Selatan-Selatan

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Indonesia menerapkan tiga jalur strategi utama dalam pengembangan hubungan ekonomi dengan Afrika.

Strategi pertama adalah memperkuat keterlibatan dengan organisasi ekonomi regional di Afrika sebagai pintu masuk menuju pasar yang lebih luas.

Strategi kedua adalah memperdalam kerja sama bilateral dengan negara-negara mitra prioritas.

Strategi ketiga adalah memperluas diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika Timur, Afrika Barat, dan Afrika Selatan.

Indonesia juga menyambut positif implementasi African Continental Free Trade Area (AfCFTA) yang diyakini dapat mempercepat integrasi ekonomi regional dan menciptakan peluang baru bagi peningkatan perdagangan antarnegara berkembang.

Pemerintah menegaskan penguatan hubungan ekonomi dengan Afrika tidak hanya dilakukan melalui jalur pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha.

"Pemerintah akan terus membuka ruang dialog dan kerja sama antarpemerintah, menghubungkan komunitas bisnis kedua kawasan, serta mendorong terwujudnya kerja sama konkret yang menghasilkan investasi, kontrak dagang, dan kehadiran usaha Indonesia yang lebih kuat di pasar Afrika," kata Roro.

Indonesia juga terus mendorong penguatan kerja sama Selatan-Selatan atau South-South Cooperation sebagai instrumen penting untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan program South-South Triangular Cooperation on Trade and Investment Promotion for African Countries.

Program tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan negara-negara Afrika untuk berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas, serta memperluas jejaring kerja sama perdagangan dan investasi.

"Dengan semangat kolaborasi dan kemitraan yang setara, Indonesia optimistis hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara Afrika akan terus berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan posisi Indonesia di pasar global," ujar Roro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahasa yang Menenangkan atau Membungkam?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
RI targetkan tinjauan teknis aksesi OECD rampung dalam 3-4 tahun 
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Smart TV vs Google TV: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Yusril Dukung KPK Bongkar Dugaan Korupsi di Imigrasi | JMP
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.