Grid.ID - Menjelang gelaran Piala Dunia 2026, menarik untuk menelusuri perjalanan trofi yang diperebutkan oleh negara-negara terbaik dunia, mulai dari Trofi Jules Rimet hingga FIFA World Cup Trophy yang digunakan saat ini.
Awal Mula Trofi Piala Dunia pada Turnamen Perdana 1930
Piala Dunia pertama kali digelar pada tahun 1930 di Uruguay. Turnamen bersejarah tersebut berlangsung di tiga stadion, yakni Stadion Centenario, Stadion Pocitos, dan Stadion Parque. Laga final mempertemukan Uruguay melawan Argentina di Stadion Centenario yang dipadati puluhan ribu suporter dari kedua negara.
Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya Uruguay berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 4-2. Kemenangan tersebut membuat Uruguay tercatat sebagai negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet, menyerahkan trofi khusus kepada sang juara. Trofi tersebut awalnya direncanakan bernama Victoria yang berarti kemenangan. Namun pada tahun 1946, FIFA memutuskan mengganti namanya menjadi Trofi Jules Rimet sebagai penghormatan kepada sosok yang berperan besar dalam perkembangan Piala Dunia.
Desain Unik Trofi Jules Rimet
Trofi Jules Rimet memiliki bentuk menyerupai cangkir segi delapan yang ditopang oleh figur bersayap. Sosok tersebut melambangkan Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani yang identik dengan kejayaan dan prestasi.
Trofi ini menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia selama beberapa dekade. Bahkan saat Perang Dunia II berlangsung, trofi tersebut disimpan oleh Italia yang merupakan juara Piala Dunia 1938.
Namun perjalanan Trofi Jules Rimet tidak selalu mulus. Pada tahun 1966, trofi tersebut sempat hilang setelah dicuri saat dipamerkan di Westminster Central Hall, London. Insiden itu menghebohkan dunia sepak bola internasional. Beruntung, trofi berhasil ditemukan kembali sekitar sepekan kemudian setelah dilakukan pencarian intensif.
FIFA Perkenalkan Trofi Baru pada 1974
Memasuki era baru, FIFA memutuskan menghadirkan trofi pengganti yang mulai digunakan pada Piala Dunia 1974. Trofi baru ini memiliki desain yang jauh berbeda dibanding pendahulunya.
Bentuknya menggambarkan dua figur manusia yang sedang mengangkat bumi, melambangkan persatuan dan semangat global melalui sepak bola. Trofi tersebut dirancang menggunakan emas 18 karat dengan bagian alas berbahan perunggu.
Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Piala Dunia karena menandai lahirnya simbol baru yang kini dikenal sebagai FIFA World Cup Trophy.
Dirancang oleh Seniman Italia Silvio Gazzaniga
Dalam proses pembuatan trofi baru, FIFA menggelar kompetisi desain yang melibatkan peserta dari tujuh negara.
Dari berbagai rancangan yang diajukan, desain karya seniman Italia Silvio Gazzaniga terpilih sebagai pemenang.
Produksi trofi kemudian dikerjakan oleh perusahaan GDE Bertoni. Hasil akhirnya menghadirkan trofi dengan tinggi sekitar 36,8 sentimeter dan berat lebih dari enam kilogram.
Trofi tersebut menggunakan sekitar lima kilogram emas 18 karat padat. Sementara bagian dasarnya memiliki diameter 13 sentimeter yang dihiasi dua cincin perunggu konsentris, memberikan tampilan elegan sekaligus mewah.
Mengapa Juara Piala Dunia Tidak Membawa Pulang Trofi Asli?
Meski menjadi simbol kemenangan tertinggi dalam sepak bola internasional, trofi asli Piala Dunia tidak dapat dimiliki secara permanen oleh negara juara.
FIFA menerapkan aturan bahwa trofi asli harus dikembalikan dan disimpan oleh federasi. Sebagai gantinya, tim juara akan menerima replika resmi untuk dibawa pulang dan dipajang di negaranya.
Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pengamanan agar trofi asli tetap terjaga dan terhindar dari risiko kehilangan maupun pencurian, seperti yang pernah terjadi pada era Trofi Jules Rimet.
FIFA World Cup Trophy Tetap Jadi Simbol Kejayaan Hingga Kini
Hingga menjelang Piala Dunia 2026, FIFA World Cup Trophy masih menjadi trofi resmi yang diperebutkan oleh seluruh peserta turnamen. Dengan material emas 18 karat dan desain yang ikonik, trofi ini menjadi lambang prestasi tertinggi yang diimpikan setiap pesepak bola dan negara di dunia.
Tak hanya bernilai tinggi dari sisi material, trofi tersebut juga menyimpan sejarah panjang yang merekam perjalanan sepak bola dunia selama puluhan tahun, menjadikannya salah satu simbol olahraga paling bergengsi di planet ini. Itulah sejarah trofi legendaris dari olahraga sepak bola jelang piala dunia 2026. (*)
Artikel Asli




