Bapanas: Pelemahan Rupiah Belum Pengaruhi Harga Pangan Impor

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga saat ini belum memengaruhi harga komoditas pangan impor di dalam negeri. Harga sejumlah komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri disebut masih berada dalam kisaran yang ditetapkan pemerintah.

Republika.co.id mengonfirmasi kondisi tersebut kepada Bapanas di tengah kekhawatiran bahwa tekanan nilai tukar dapat mendorong kenaikan harga pangan, terutama untuk komoditas yang sebagian besar kebutuhan nasionalnya dipenuhi melalui impor.

Baca Juga
  • Demo Melemahnya Rupiah, Mahasiswa BEM SI Segel Gerbang Kantor Bank BI Jateng
  • Rupiah Terus Terkoreksi, Adakah Potensi Bank Rush? Ini Kata OJK
  • ESDM Pacu Produksi Migas, Redam Dampak Pelemahan Rupiah

"Sampai dengan saat ini semua komoditas impor harganya masih normal sesuai HAP yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy melalui pesan singkat, Jumat (5/6/2026).

Sejumlah komoditas pangan masih bergantung pada impor. Salah satunya bawang putih yang sekitar 90 persen kebutuhannya dipenuhi dari luar negeri. Komoditas ini tidak memiliki Harga Acuan Penjualan (HAP) absolut sebagaimana beberapa komoditas pangan strategis lainnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Komoditas berikutnya adalah kedelai yang menjadi bahan baku utama industri tahu dan tempe nasional. Sekitar 70 hingga 80 persen kebutuhan kedelai masih dipenuhi melalui impor. HAP konsumen untuk komoditas ini ditetapkan sebesar Rp 12.000 per kilogram (kg).

Pemerintah juga masih mengimpor gula konsumsi untuk menutupi defisit produksi tebu domestik. HAP konsumen gula konsumsi ditetapkan sebesar Rp 15.500 per kg. Khusus wilayah Maluku, Papua, dan daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), HAP konsumen mencapai Rp 16.500 per kg.

Komoditas lain yang masih bergantung pada impor adalah daging kerbau beku. Kebutuhan nasional untuk komoditas ini seluruhnya dipenuhi melalui impor dengan HAP konsumen sebesar Rp 80.000 per kg. Sejumlah komoditas lainnya yang juga masih mengandalkan pasokan luar negeri antara lain daging sapi segar maupun beku, gandum, serta beras khusus.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso juga menyebut pelemahan rupiah hingga kini belum berdampak pada harga bahan pokok di dalam negeri. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Belum, coba dicek di SP2KP, harganya stabil," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut Budi, pasokan bahan pokok nasional masih terjaga sehingga gejolak nilai tukar belum memicu kenaikan harga pangan di pasar. Pemerintah terus mengawasi pergerakan harga dan distribusi guna memastikan ketersediaan barang tetap aman.

Ia mengakui pelemahan rupiah berpotensi memengaruhi harga sejumlah barang yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor. Suku cadang kendaraan, oli, dan ban menjadi beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga akibat tekanan kurs.

"Ya, karena memang kondisinya lagi seperti ini," ujarnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso. - (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja Jabar Dirilis BPS Catat Hasil Positif, Dedi Mulyadi Sebut Itu Bukan Keberhasilannya, Ini Alasannya
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Sumbat Kebocoran Cukai, Purbaya Pasang Mesin Penghitung Rokok Otomatis Mulai Pekan Depan
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Menyemut! Penampakan Ribuan Warga ke Jalan-Marah, Seret Menantu Trump
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Senyum Semringah John Herdman Lihat Mathew Baker Ukir Sejarah di Timnas Indonesia: Dia Memang Layak, Saya Bangga
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Sebut El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya di Agustus-September 2026
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.