OJK: 15 Perusahaan Antre IPO, Potensi Dana Rp3,67 Triliun

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 15 perusahaan tengah mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai indikatif mencapai Rp3,67 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan rencana IPO tersebut merupakan bagian dari 75 aksi penawaran umum yang saat ini masuk dalam pipeline penggalangan dana di pasar modal Indonesia.

"Masih terdapat 75 rencana penawaran umum dalam pipeline yang diperkirakan dapat menghimpun dana sebesar Rp56,93 triliun," ujar Hasan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Mei 2026, Jumat (5/6/2026).

Dari total pipeline tersebut, sebanyak 15 perusahaan berencana melantai di bursa dengan estimasi nilai penawaran mencapai Rp3,67 triliun.

Selain IPO, OJK juga mencatat terdapat 13 perusahaan yang berencana menggelar Penawaran Umum Terbatas (PUT) atau rights issue dengan nilai indikatif Rp11,12 triliun.

Selanjutnya, terdapat satu perusahaan yang tengah mempersiapkan penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), serta 46 perusahaan yang masuk dalam pipeline Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS dengan nilai mencapai Rp40,14 triliun.

Baca Juga

  • OJK Mau Gairahkan Lagi Lantai Bursa, Dorong Perusahaan untuk IPO
  • BEI Kantongi Pipeline IPO Jumbo Sektor Hiburan, Sinyal RANS Entertainment?
  • BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Punya Aset Jumbo

Besarnya antrean penggalangan dana tersebut muncul di tengah kondisi pasar modal domestik yang masih menghadapi tekanan. Kendati demikian, OJK menilai pasar modal Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang relatif baik.

Hingga akhir Mei 2026, total dana yang berhasil dihimpun melalui pasar modal telah mencapai Rp68,18 triliun dari 59 aksi penawaran umum.

Dari jumlah tersebut, penghimpunan dana melalui IPO baru mencapai Rp300 miliar. Sementara itu, dana dari rights issue tercatat Rp140 miliar, penerbitan EBUS sebesar Rp4,30 triliun, dan Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS mencapai Rp63,44 triliun.

Menurut Hasan, pasar modal domestik masih menjalankan fungsi strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi korporasi maupun pemerintah.

"Pasar modal domestik terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pemerintah," katanya.

Selain aktivitas fundraising yang tetap tinggi, jumlah investor pasar modal juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, total investor pasar modal mencapai 27,75 juta single investor identification (SID), meningkat 1,26 juta investor dibandingkan posisi awal tahun. Secara year-to-date (YtD), jumlah investor tumbuh 36,27%.

Hasan menambahkan likuiditas pasar saham masih terjaga meskipun volatilitas meningkat. Hal itu tercermin dari rata-rata spread bid dan ask yang berada di level rendah, yakni sekitar 1,5% sepanjang Mei 2026.

Di sisi lain, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat naik rata-rata 5,61 basis poin secara bulanan seiring meningkatnya persepsi risiko akibat ketidakpastian global.

Pipeline Pasar Modal OJK per Mei 2026
Fundraising Pasar Modal hingga Mei 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MNC Vision Network dan MNC Peduli Salurkan Bantuan di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Kuasa Hukum Bantah Silmy Karim Sulit Dicari, Klaim Tak Pernah Terima Panggilan Penyidik
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Bantah Isu Mundur dari Kursi Menkeu, Istana Turut Buka Suara
• 15 jam lalunarasi.tv
thumb
Sumedang Jajaki Kolaborasi Digital dengan Estonia, Perkuat Transformasi Pemerintahan Berbasis Teknologi
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
LPSK Siap Lindungi Saksi-JC di Kasus Korupsi BGN dan Imipas
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.