Jadi Alarm Bandar Narkoba, Bripka Dedy Eks Brimob Bertugas Pantau Kedatangan Polisi Lewat HT

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Alih-alih memburu pelaku kejahatan, seorang anggota Brimob justru diduga ikut menjaga bisnis haram peredaran narkoba. Sosok itu adalah Bripka Dedy Wiratama, eks anggota Brimob yang kini telah dipecat dan tengah menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan narkoba di Samarinda, Kalimantan Timur.

Peran yang dijalankan Dedy pun terbilang mengejutkan. Dalam jaringan tersebut, ia disebut bertugas sebagai "sniper". Namun istilah sniper yang dimaksud bukanlah penembak jitu, melainkan pengawas lapangan yang bertugas memantau pergerakan orang-orang mencurigakan, termasuk kemungkinan kedatangan aparat penegak hukum.

Baca Juga :
Polisi Ungkap Ada Influencer Pakai Whip Pink Buat Cari Sensasi 'Fly', Siapa?
Sederet Modus Penipuan Jual Beli Titik SPPG: Ngaku Jadi Pejabat BGN

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang anggota kepolisian yang seharusnya berada di garis depan pemberantasan narkotika. Sebaliknya, ia justru diduga membantu sindikat agar aktivitas peredaran barang haram tetap berjalan aman dari penggerebekan.

Jadi Mata dan Telinga Jaringan Narkoba

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peran spesifik yang dijalankan Bripka Dedy di kawasan Gang Langgar, Samarinda Seberang, yang dikenal sebagai salah satu lokasi peredaran narkoba.

Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago, menjelaskan bahwa tugas Dedy adalah mengawasi situasi di sekitar lokasi transaksi dan memberikan peringatan jika terdapat orang yang dicurigai sebagai anggota polisi atau petugas yang sedang melakukan penyamaran.

"Untuk peran dari yang bersangkutan sendiri ini sebagai 'sniper'. Yang mana 'sniper' ini tugasnya adalah memberitahu atau mengawasi apabila ada konsumen yang gerak-geriknya mencurigakan, yang diduga mungkin anggota, sehingga bisa menyebabkan penangkapan di daerah Gang Langgar tersebut," ujar Drago, Jumat, 5 Juni 2026.

Dengan kata lain, Dedy diduga menjadi sistem peringatan dini bagi jaringan narkoba agar dapat mengantisipasi operasi penangkapan yang dilakukan aparat.

Gunakan HT untuk Pantau Pergerakan Aparat

Dalam menjalankan tugasnya, Dedy tidak menggunakan senjata api. Ia mengandalkan alat komunikasi berupa handy talky (HT) yang terhubung dengan anggota jaringan lainnya.

Menurut penyidik, sindikat narkoba di Gang Langgar memiliki sistem pengamanan yang cukup rapi dan terorganisasi. Sejumlah pengawas ditempatkan di berbagai titik strategis mulai dari pintu masuk gang hingga lokasi utama transaksi narkotika.

Baca Juga :
Polisi Bongkar Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam New Zone Medan, 34 Orang Diamankan
Harta Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky yang Kini Ditahan Bareskrim Bikin Melongo
Markas Judi Online di Hayam Wuruk Digerebek, Pramono Anung Minta Pelaku Dihukum Berat!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia vs Oman, Ketua PSSI Erick Thohir Puji Keberanian John Herdman
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
MBG Serap 1,28 Juta Pekerja, HKTI Ungkap Dampak Besar ke Ekonomi Rakyat
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jaga Daya Beli, Pemerintah Gelontorkan Kompensasi dan Subsidi Rp203,7 Triliun
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kata John Herdman Usai Jadikan Mathew Baker Debutan Termuda Timnas Indonesia
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok, Diduga Dipicu Perkara Sandal
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.