Kasus pencoretan Cathlyn memicu kegaduhan luas setelah muncul dugaan kuat adanya kecurangan dan ketidaktransparanan dalam proses penilaian akhir. Padahal, siswi andalan SMAS Cerdas Bangsa Makassar ini sebelumnya diproyeksikan lolos ke Istana Negara karena sukses mengamankan posisi tiga besar pada seleksi awal.
Viralnya isu ketidakadilan ini langsung memantik simpati publik serta kecaman bertubi-tubi dari warganet di berbagai media sosial. Mayoritas masyarakat menilai bahwa rekam jejak prestasi serta kemampuan akademis Cathlyn seharusnya menjadi indikator utama dalam penilaian.
Merespons polemik yang kian memanas, pihak Kesbangpol segera membantah adanya pergantian peserta secara ilegal. Mereka berdalih bahwa panitia daerah memang belum merilis pengumuman resmi terkait tiga nama finalis yang dikirim ke tingkat nasional.
“Kami menegaskan bahwa apa yang menjadi viral di media sosial (medsos), kami pastikan bahwa tidak sesuai yang ada dalam berita tersebut,” kata Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, dikutip dari tayangan Youtube Metro TV, Kamis, 4 Juni 2026. Alasan Medis di Balik Kegagalan Seleksi Belakangan, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, akhirnya buka suara dan mengungkapkan temuan pemeriksaan kesehatan yang menjadi penyebab Cathlyn tidak bisa melanjutkan perjuangannya ke tingkat nasional.
Pihak tim seleksi menyatakan bahwa Cathlyn memiliki gangguan pada ketajaman penglihatannya serta kondisi telapak kaki yang rata atau flat foot. Karena persoalan kondisi fisik itu, posisinya akhirnya terlempar dari 10 besar kategori seleksi pimpinan dan digantikan oleh kandidat lainnya. Raih Beasiswa Kuliah Full ke China dari PP INTI Mengutip unggahan akun Instagram @kobieducation, meskipun cita-citanya untuk tampil sebagai Paskibraka Nasional di hadapan Istana Negara harus pupus, rezeki tak terduga justru hadir menghampiri putri berbakat ini.
Sebagai wujud penghargaan atas nilai keadilan, kebhinekaan, dan semangat generasi penerus bangsa, Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP INTI) bergerak sigap mengulurkan tangan dengan memberikan dukungan secara moril maupun materiil.
PP INTI pun secara resmi mengumumkan pemberian beasiswa jenjang S1 secara penuh (full scholarship) di China sebagai hadiah penghibur bagi Cathlyn. Sekretaris Jenderal PP INTI, Hardy Stefanus, menjelaskan bahwa beasiswa yang diberikan setiap tahun ini bersifat fully funded. Berbekal Gudang Prestasi Internasional Keputusan PP INTI untuk memberikan beasiswa kepada Cathlyn dipandang sangat relevan, mengingat dirinya adalah siswi dengan catatan pencapaian akademis maupun nonakademis yang begitu gemilang sepanjang masa SMA-nya.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan dari pihak sekolah, berikut sederet prestasi membanggakan yang telah berhasil diperoleh Cathlyn:
- Medali Emas: Pekan Olimpiade Sains Nusantara (POSN) 2024
- Medali Emas: International Science and Invention Fair (ISIF) 2024
- Medali Perak: International Science and Invention Fair (ISIF) 2025
- Medali Perunggu: Senior High School Olympiad 2025
Tak hanya unggul di bidang sains dan bahasa Mandarin, Cathlyn juga dikenal sebagai sosok serba bisa yang memiliki bakat di dunia catwalk, mahir memainkan alat musik piano, serta fasih tampil berbicara di depan umum (public speaking) dalam dua bahasa sekaligus, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin. Peluang Emas di Universitas Top Dunia Lewat program beasiswa bergengsi ini, Cathlyn kini melangkah menuju masa depan yang jauh lebih menjanjikan di sebuah negara yang sistem pendidikannya menduduki peringkat ke-9 terbaik di dunia versi Global Education Report 2025.
China telah lama mendapat pengakuan dunia atas komitmen akademisnya yang tinggi serta dominasinya di ranah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM ) sehingga negara ini telah menjadi tujuan studi bagi lebih dari 15 ribu pelajar asal Indonesia sejak 2021.
Yang lebih menggembirakan, program ini memberi Cathlyn kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di sejumlah kampus papan atas dunia dengan reputasi global yang tak perlu diragukan lagi, di antaranya:
- Peking University: Peringkat 14 dunia
- Tsinghua University: Peringkat 17 dunia
- Fudan University: Peringkat 30 dunia
- Shanghai Jiao Tong University: Peringkat 47 dunia
- Zhejiang University: Peringkat 49 dunia
- Nanjing University: Peringkat 103 dunia
Baca Juga :
Ada Alumnus Beasiswa LPDP di Balik Sukses Kopikina, Ini Kisah Inspiratif Raras CynanthiaCek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





